DPR Apresiasi Pengembangan Usaha Masyarakat Raja Ampat
REPUBLIKA.CO.ID, RAJA AMPAT -- DPR mengapresiasi pengembangan usaha masyarakat berbasis perikanan di Kampung Saonek, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat. Selain memiliki kualitas yang bagus, kemasannya juga dinilai sangat baik dan memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan di pasaran.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPR Herman Khaeron saat berdialog dengan kepala desa, dan sejumlah masyarakat di Kampung Saonek, Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, Senin (9/5). Herman memimpin Tim Kunjungan Kerja (kunker) Komisi IV DPR RI dalam masa reses DPR ke Provinsi Papua Barat.
Meski memiliki potensi pasar yang bagus, kata Herman, pengembangan usaha berbasis perikanan Kampung Saonek tetap harus ada pendampingan. Misalnya dari sektor teknologi, sistem pemasaran dan modal usaha. “Tapi yang paling dibutuhkan adalah ketersediaan listrik, karena di Kampung Saonek ini, listrik hanya ada malam hari saja dari jam 6 sore sampai jam 12 malam,” kata politisi F-PD itu.
Di samping itu, masyarakat setempat juga menyampaikan adanya kebutuhan soal koneksi transportasi yang lebih terjadwal. Hal ini penting agar masyarakat bisa memanfaatkan transportasi itu untuk meningkatkan berbagai potensi di Kampung Saonek itu.
Herman beranggapan, Kabupaten Raja Ampat yang sebagian besar wilayahnya adalah kawasan konservasi dan cagar budaya harus terus dipikirkan peningkatan ekonomi masyarakatnya. “Kami (DPR-red) concern bahwa untuk meningkatkan taraf kesejahateraan yang basisnya terhadap konservasi, tentu berbagai inovasi dan gagasan yang ada di masyarakat ini yang harus didukung dan didorong," kata dia.
Dia mengatakan DPR mendorong segera dibentuknya koperasi untuk meningkatkan pemberdayaam masyarakat. Dengan dengan adanya koperasi, pendampingan dan pembinaan termasuk komitmen Pemerintah Pusat terhadap warga Kampung Saonek di Kabupaten Raja Ampat bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga lingkungannya.