Kerusan Alam Dinilai Penyebab Banjir Bandang Lebak Banten

Banjir bandang menghancurkan bangunan yang ada di Pesantren La Tansa.

Republika/Prayogi
Kondisi terkini kompleks Pondok Pesantren La Tansa, Lebak, Banten, pasca banjir bandang, Rabu (15/1).
Rep: Surya Dinata Red: Sadly Rachman

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK BANTEN -- Banjir bandang yang menerjang di wilayah Lebak Banten menghancurkan bangunan yang ada di Pesantren La Tansa, Desa Banjar Irigasi, Kecamatan Lebak Gedong, Banten. 


Banjir bandang yang berasal dari sungai Ciberang itu membawa bongkahan kayu dan material pasir sehingga membuat asrama santri dan gedung tempat belajar hancur. Penambangan liar yang ada di Taman Nasional Gunung Halimun menjadi salah satu penyebab terjadinya bencana Banjir dan Tanah Longsor.

Atas peristiwa itu, musisi dan personel Band Wali, Aan Kurnia (Apoy) mengingatkan untuk menjaga kelestarian alam. Dan juga tidak merusak alam, apalagi bila pada  akhirnya bisa berdampak pada terjadinya banjir.

Senada dengan Apoy, Pimpinan Pondok Pesantren La Tansa, KH Adrian Mafatihullah Kariem mengatakan, agar sama-sama menjaga kelestarian alam.

Berikut video lengkapnya.

 

 

Videografer | Surya Dinata

Video Editor | Fian Firatmaja

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Berita Terpopuler