Drone Mahal AS Bertumbangan di Yaman
Kelompok Houthi telah menjatuhkan belasan drone MQ-9 milik AS.
REPUBLIKA.CO.ID, SANAA – Angkatan Bersenjata Yaman (YAF) yang dikuasai kelompok bersenjata Houthi berhasil menembak jatuh drone MQ-9 milik militer Amerika Serikat. Drone itu adalah yang ketiga berhasil ditembak jatuh belakangan dan yang ke-13 sejak Oktober 2023.
Fox News melaporkan pada Kamis, mengutip sumber, bahwa Houthi menembak jatuh drone MQ-9 AS lainnya, drone ketiga yang mereka tembak jatuh di Yaman dalam sebulan terakhir. Sumber mengatakan Houthi telah menembak jatuh setidaknya 13 drone AS sejak dimulainya perang dahsyat Israel di Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023.
Saluran tersebut mengutip Layanan Penelitian Kongres yang mengatakan bahwa harga satu drone MQ-9 mencapai 30 juta dolar AS. Artinya kerugian AS akibat aksi Houthi menembak jatuh drone-drone AS mencapai 390 juta dolar AS.
Kelompok Houthi mengumumkan bahwa mereka telah menembak jatuh drone AS jenis ini pada Rabu malam saat melakukan apa yang disebutnya agresi di wilayah udara Kegubernuran Al Hudaydah, Yaman barat. Kelompok tersebut mengatakan ini adalah drone kedua yang ditembak jatuh di wilayah udara Yaman dalam waktu 72 jam.
Houthi mengonfirmasi bahwa mereka telah menembak jatuh 17 drone MQ-9 Amerika sejak dimulainya kampanye "Kemenangan yang Dijanjikan dan Jihad Suci", nama yang mereka gunakan untuk operasi militer yang mereka lakukan di Laut Merah untuk mendukung Gaza sejak akhir tahun 2023.
Drone AS ditembak jatuh di daerah-daerah termasuk Hodeidah, Ma'rib (timur laut), dan Sa'dah (utara), menurut pernyataan militer kelompok tersebut.
Juru Bicara Houthi Brigjen Yahya Saree mengatakan, upaya tersebut dilakukan untuk menghadapi agresi Amerika Serikat yang telah menewaskan dan melukai ratusan warga sipil di seluruh negeri, seperti dilaporkan Al Mayadeen, Kamis (3/5/2025). Saree menyatakan, pertahanan udara mereka telah berhasil mencegat pesawat Amerika dengan rudal permukaan ke udara yang diproduksi dalam negeri.
Angkatan Bersenjata Yaman menekankan tekad mereka untuk melawan semua upaya musuh yang ingin melemahkan kedaulatan negara. Saree menegaskan bahwa mereka—bersama rakyat Yaman yang hebat—akan terus melakukan operasi mereka untuk mendukung Gaza. Dia menegaskan, operasi ini tidak akan berhenti kecuali agresi terhadap Gaza berakhir dan blokade dicabut.
Sebelumnya, Angkatan Bersenjata Yaman (YAF) dilaporkan berhasil menargetkan pesawat komando dan kontrol E-2 milik kapal induk AS USS Harry S. Truman, sumber senior pemerintah Sana'a mengatakan kepada Al Mayadeen pada Ahad (31/3/2025). Menurut sumber tersebut, kapal induk itu kehilangan kemampuan komando setelah serangan. Sementara itu, Gedung Putih dan Departemen Pertahanan AS (Pentagon) telah meluncurkan penyelidikan atas insiden tersebut.
Pesawat E-2 yang menjadi target Houthi dirancang untuk memberikan informasi intelijen penting tentang potensi ancaman yang dihadapi oleh kapal perang tersebut selama operasi militer. Meskipun tidak secara langsung berpartisipasi dalam serangan, pesawat ini memainkan peran penting dalam pengawasan dan pelacakan.
Pesawat tersebut, yang dioperasikan oleh lima awak—termasuk dua pilot dan tiga spesialis radar—kehilangan perlindungan defensifnya, sehingga lebih rentan terhadap serangan rudal dan pesawat tak berawak Yaman.
Setidaknya 92 warga sipil telah tewas dan 165 lainnya terluka dalam serangan udara AS di Yaman sejak pertengahan Maret, juru bicara Kementerian Kesehatan Yaman Anis al-Asbahi mengumumkan pada hari Kamis.
Sebelumnya pada hari itu, Al-Asbahi melaporkan bahwa lima warga sipil tewas, lima lainnya terluka, dan satu orang hilang menyusul serangan terbaru AS dalam 24 jam terakhir. Dia menekankan bahwa rakyat Yaman sadar akan tantangan yang mereka hadapi dan tetap siap menghadapinya.
Sejak dimulainya operasi militer Yaman untuk mendukung Gaza pada November 2023, agresi AS-Inggris-Israel telah mengakibatkan 964 korban sipil, termasuk 250 kematian, menurut Kementerian Kesehatan. Angka terbaru mengenai korban jiwa tercatat hingga 1 April.
Serangan udara AS terus menargetkan provinsi dan kota di Yaman, sehingga memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah mengerikan di negara tersebut.
Pada Selasa malam, serangan udara AS menghantam proyek pengairan dan gedung otoritas pengairan di al-Mansuriyah, menewaskan empat pekerja dan melukai seorang lainnya.
Pada malam yang sama, pesawat tempur AS melakukan serangkaian serangan di beberapa lokasi di Yaman, melancarkan tiga serangan udara terhadap Washha di provinsi Hajjah, barat laut negara itu, dan dua serangan berturut-turut terhadap Saada di Yaman utara.
Saat fajar pada hari Selasa, serangan udara AS menargetkan daerah Jirban di distrik Sanhan, selatan ibu kota Yaman, Sanaa, dengan lima serangan.
Surat kabar Inggris The Guardian, yang mengutip organisasi hak asasi manusia dan pekerja kemanusiaan di Yaman, melaporkan bahwa serangan udara AS yang sistematis dan terus menerus telah memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah parah di negara tersebut dan sangat menghambat operasi organisasi bantuan.