Ramadhan Tinggal Menghitung Hari, Mari Raih Kemenangan Hakiki

Bulan Suci Ramadhan Tinggal Menghitung Hari, Mari Raih Kemenangan Hakiki

Puasa Ramadhan: Ramadhan Tinggal Menghitung Hari, Mari Raih Kemenangan Hakiki
Rep: Auliana Alkhonsa Red: Retizen
Sumber gambar: fashionsista.co

Ramadhan sudah beranjak pergi hanya dalam hitungan hari lagi. Rasa gembira dan sedih bercampur menjadi satu. Kegembiraan karena akan menyambut kemenangan di hari raya Idul Fitri setelah satu bulan menjalankan ketaatan kepada Allah SWT. Rasa sedih, karena kita akan meninggalkan bulan yg mulia dan tak ada jaminan akan bertemu kembali di bulan Ramadhan tahun depan.


Namun, ironi tejadi dimana saat bulan Ramadhan, masjid-masjid penuh, acara televise berubah menjadi islami. Akan tetapi, saat setelah ramadhan justru berubah. Ibadah menjadi tak semangat lagi, masjid kembali sepi, tayangan televise kembali menampakan aurat dan tontonan tidak islami. Sungguh ironi, jika Idul fitri justru hanya dimaknai kembali pada kebebasan.

Apakah akhirnya ramadhan hanya dimaknai sebagai bulan skorsing dari maksiat? sementara dibulan lainnya kita bebas dalam melakukan apapun tanpa memerdulikan aturan islam?

Ironi tersebut sebenarnya bersumber pada sebuah pemahaman di masyarakat yaitu sekularisme. Dimana, agama dianggap hal pribadi dan formalitas ritual belaka. Akhirnya, agama hanya eksis pada waktu-waktu tertentu saja mislanya ramadhan. Sementara di luar dari bulan ramadhan, aturan yang bersumber dari hawa nafsu dan akal manusia semata yang menjadi dasar aturannya.

Oleh karena itu, sudah semestinya kita kembali pada pemahaman yang benar mengenai Islam. Pemahaman yang benar mengenai makna idul fitri. Ramadhan maupun idul fitri seharusnya dimaknai sebagai bulan perjuangan menuju ketaatan dan idul fitri momentum merayakan kemenangan perjuangan umat islam melawan kekufuran. Sehingga, dibulan selanjutnya kita senantiasa meningkatkan ketakwaan dan ketaatan kepada islam. Meskipun dalam mewujudkan ketaatan yang hakiki perlu system Islam bernama khilafah yang akan menerapkan Islam secara kaffah. Semoga Allah SWT segera memberi umat ini kemenangan dan terwujudnya bisyarah Rasulullah SAW. Aamiin.

Taqabbalallahu Minnaa wa MInkum. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 H, mohon maaf lahir dan batin.

sumber : https://retizen.id/posts/10781/ramadhan-tinggal-menghitung-hari-mari-raih-kemenangan-hakiki
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
Berita Terpopuler