Kapal Induk AS akan Dinamai Elon Musk, Benarkah?
Dari semula dinamakan USS Enterprise, kapal induk diisukan diganti menjadi USS Musk.
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Kapal induk terbaru Angkatan Laut AS, yang awalnya akan dinamai USS Enterprise, akan diubah namanya. Kapal induk tersebut akan diberi nama Elon Musk, miliarder dan donatur utama kampanye Presiden AS Donald John Trump.
Kapal perang kelas Gerald R Ford, dijadwalkan untuk diluncurkan pada November 2025 dan akan mulai beroperasi pada 2029, menggantikan USS Dwight D Eisenhower, yang dinamai berdasarkan nama seorang jenderal Perang Dunia yang telah meninggal. Eisenhower merupakan mantan presiden pascaperang yang populer.
Baca: Drone Bayraktar TB3 Sukses Luncurkan Rudal Supersonik IHA-122
Berbeda dengan tradisi, kapal tersebut akan menjadi kapal induk pertama yang diberi nama menurut penasihat Gedung Putih yang masih menjabat. Hal itu mengingat Musk mempelopori upaya efisiensi pemerintah AS, sebuah langkah yang menuai reaksi keras dari publik.
Keputusan tersebut mengikuti rancangan perintah "Make Shipbuilding Great Again," yang bertujuan untuk merevitalisasi produksi Angkatan Laut AS di tengah meningkatnya kekhawatiran atas perluasan armada China. "Dulu kita membuat banyak sekali kapal. Sekarang kita tidak banyak membuatnya lagi, tetapi kita akan membuatnya dengan sangat cepat, segera,” kata Trump pada Februari lalu.
Baca: Korut Mulai Seleksi Pekerja untuk Dikirim ke Ukraina yang Diduduki Rusia
USS Musk akan dilengkapi sistem peluncuran pesawat elektromagnetik yang canggih. Langkah itu sejalan dengan visi Musk untuk inovasi bertenaga listrik. Namun, teknologi tersebut telah menghadapi kritik dari Trump, yang sebelumnya menyarankan untuk kembali menggunakan sistem peluncuran ketapel bertenaga uap.
"Teknologi digital menghabiskan ratusan juta dolar lebih banyak dan itu tidak bagus," ujar Trump dikutip dari Anadolu pada 2017.
Baca: Jet Korsel Cegat Pesawat Tempur Rusia yang Mendekati Wilayahnya
Hanya saja, sebagian pihak meragukan penamaan Musk sebagai kapal induk AS. Hal itu lantaran penamaan Musk untuk menggantikan Enterprise hanyalah sebuah guyon atau terkait April Mop. Benarkah seperti itu?