Rupiah Hampir Tembus Rp 16.800 per Dolar AS, Tertekan Kebijakan Tarif Trump
Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif resiprokal terhadap mitra dagang AS.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menilai nilai tukar (kurs) rupiah mengalami tekanan berat akibat kebijakan tarif dari Amerika Serikat (AS).
“Indonesia (mendapatkan tarif) 32 persen. Rupiah bakalan tertekan berat sebagai salah satu negara yang dikenakan tariff reciprocal besar,” kata Lukman di Jakarta, Kamis (3/4/2025).
Pada Rabu (2/4/2025), Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif resiprokal terhadap mitra dagang AS sebagai upaya untuk memangkas defisit perdagangan global.
“Rupiah diperkirakan akan kembali melemah hari ini, besar kemungkinan akan volatile dan melibatkan intervensi BI (Bank Indonesia). Indeks dolar AS terpantau volatile menyusul kebijakan tarif imbal balik Trump yang sedang diumumkan terlihat lebih agresif dari yang diperkirakan. Sentimen pasar saat ini sangat negatif dan risk off, BI akan intervensi,” kata Lukman.
Berdasarkan sentimen tersebut, kurs rupiah pada hari ini diperkirakan berkisar Rp 16.600 sampai dengan Rp 16.900 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Kamis pagi di Jakarta melemah sebesar 59 poin atau 0,36 persen menjadi Rp 16.772 per dolar AS dari sebelumnya Rp 16.713 per dolar AS.