REPUBLIKA.CO.ID,Tiga orang terluka hari Rabu (06/10) oleh serangan roket granat yang menargetkan kendaraan diplomatik Inggris di ibukota Yaman, Sanaa. Tidak jelas apakah terdapat warga Inggris di antara yang terluka, dalam serangan yang berlangsung di Khawlan Street, sekitar tiga kilometer dari kedutaan Inggris.
Pada 26 April, seorang pembom bunuh diri melemparkan dirinya ke konvoi mobil Duta Besar Inggris di Sanaa, saat mendekati kompleks kedutaan Inggris. Pembom bunuh diri, yang tubuhnya tercabik, melukai tiga orang di lokasi dan merusak mobil pengawalan polisi saat ia melemparkan diri dan meledakkan sabuknya yang berisi bahan peledak.
Kelompok Al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP), cabang lokal kelompok, kemudian mengklaim serangan, sehingga kedutaan ditutup selama dua minggu. Yaman, tanah air leluhur pemimpin Al-Qaeda, Osama bin Laden, semakin terancam oleh AQAP.
Sanaa telah mengintensifkan operasi terhadap AQAP di tengah tekanan dari Washington setelah kelompok militan mengaku bertanggung jawab atas serangan yang gagal terhadap pesawat AS pada Hari Natal tahun lalu.