Sabtu 05 Jun 2010 03:35 WIB

Duh, 45 Persen Pengguna Narkoba di Jakarta adalah Pelajar

Rep: Abdullah Sammy / Red: Endro Yuwanto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Hampir 45 persen dari pengguna narkoba di Jakarta merupakan anak usia sekolah. Sejumlah siswa SMA, SMP, bahkan SD terindikasi terlibat dalam praktik penyalahgunaan barang haram tersebut.

Hal ini memancing perhatian dari Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Oleh karena itu, dua institusi ini sepakat mengadakan kerjasama guna menanggulangi bahaya narkoba bagi kalangan pelajar.

"Kami menandatangani Mou dengan Dinas Pendidikan terkait dimasukkannya pendidikan tentang bahaya narkoba ke dalam kurikulum siswa," ujar Direktur Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Anjan P Putra ketika menandatangani penjanjian MOU di Main Hall Mapolda Metro Jaya, Jumat (4/6).

Anjan mengaku perihatin dengan banyaknya anak sekolah yang menjadi pengguna narkoba. Menurutnya, para pelajar rentan terjerembab ke jurang narkoba akibat minimnya pengetahuan tentang bahaya dari barang haram tersebut. "Mereka umumnya diming-imingi dan dipengaruhi sehingga terjerembab menggunakan narkoba," jelasnya.

Anjan mengatakan, dengan dimasukkannya pendidikan tentang narkoba ke dalam kurikulum, maka itu akan menambah pengetahuan siswa. "Di samping itu, dimasukkannya pendidikan tentang narkoba kedalam kurikulum telah diamanatkan dalam UU no 35/2009," ujarnya.

Anjan berharap Jakarta mampu menjadi contoh bagi kota-kota lain. "Kami harap inisiatif seperti ini akan dicontoh propinsi lain," katanya.

Senada dengan Anjan, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto mengungkapkan, pendidikan tentang narkoba merupakan suatu yang penting. Menurutnya, banyak siswa yang menjadi pengguna karena diawali rasa penasaran akibat ketidaktahuan. "Awalnya dari rokok akhirnya menggunakan narkoba. Ini yang harus kita cegah dengan pendidikan," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan mengimabau kepada pendidik untuk lebih proaktif dalam menyambut program ini. Sementara, kepada orang tua, dia mengharapkan perhatian lebih terkait pergaulan serta perkembangan sang anak.

"Selain pendidik, orang tua, dan lingkungan harus memberi penyuluhan. Ini bukan hanya usaha pemerintah atau polisi, tapi usaha kita semua," pungkasnya.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement