Rabu 30 Mar 2011 15:55 WIB

Mesir Siap Bantu Rekonsiliasi Palestina

Rep: cr01/Al-Islam Al-Yaum/ Red: Ajeng Ritzki Pitakasari
Perbatasan Mesir dengan Palestina di Jalur Gaza
Perbatasan Mesir dengan Palestina di Jalur Gaza

REPUBLIKA.CO.ID,  KAIRO - Menteri Luar Negeri Mesir, Nabil Al-Arab, mengatakan, Kairo akan mengubah metode-metodenya dalam menangani krisis kemanusiaan yang terjadi di Jalur Gaza yang terkepung dan di perbatasan Rafah.

“Mesir sedang mencari cara untuk menyelesaikan rekonsiliasi Palestina,” ujarnya saat bertemu dengan delegasi Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) di kantornya, Selasa (29/3).

Arabi mengatakan kepada tamunya bahwa ia telah menjalin kontak dengan Kepala Biro Politik Hamas, Khaled Meshaal, dan Perdana Menteri Palestina, Ismail Haniyah.

“Mesir tidak akan menerapkan blokade setiap saat di Jalur Gaza. Mesir akan membuka halaman baru dengan semua negara-negara Arab," ujarnya. Ia menyatakan kunjungan Perdana Menteri Menteri Mesir dan delegasinya ke Sudan "membawa hasil yang positif."

Menanggapi pertanyaan tentang perubahan kebijakan Mesir terhadap Hizbullah, Arabi mengatakan terdapat perbedaan besar antara kedudukan Hamas dan Hizbullah.

“Hamas berada di sebuah wilayah yang diduduki, sementara Hizbullah merupakan bagian dari Lebanon, yang kami anggap masalah internal. Namun jika ada rakyat Lebanon yang ingin mengontak kami, maka kami akan menyambutnya,” tandas Arabi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Apa yang paling menarik bagi Anda tentang Singapura?

1 of 7
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement