REPUBLIKA.CO.ID, PYONGYANG -- Republik Demokratik Rakyat Korea atau Korea Utara memperingatkan Korea Selatan untuk bertanggung jawab atas ucapan Presiden Korea Selatan terkait sebuah perayaan Korea Utara di Semenanjung Korea, kata kantor berita resmi KCNA, Sabtu.
Pernyataan itu mengutip juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut yang mengatakan bahwa, Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak telah meningkatkan ketegangan dan menghina martabat tertinggi Korea Utara dengan mencap perayaan ulang tahun keseratus mendiang pemimpin Kim Il Sung sebagai pemborosan.
Meski telah 18 tahun wafat, hari kelahiran Kim Il Sung tetap diperingati. Rakyat Korut bahkan diperintahkan untuk berkumpul di Pyongyang, meramaikan pesta peringatan 100 tahun kelahiran bapak bangsa mereka yang lahir pada 15 April 1912.
Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengatakan, segala sesuatu yang terjadi di semenanjung itu bukan merupakan tanggung jawab Lee. Ia juga menambahkan, negara manapun yang bermaksud mencampuri urusan internal Korea Utara akan menghadapi "serangan" oleh tentara dan rakyat Korea Utara yang marah.
Satu aksi unjuk rasa besar-besaran mengecam pemerintah Lee diadakan di ibu kota Pyongyang pada Jumat di Kim Il Sung Square. Demonstrasi serupa juga digelar di provinsi-provinsi dan kota-kota di seluruh negara itu.