REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG - Calon Gubernur DKI Jakarta H Alex Noerdin yang resmi diusung Partai Golkar saat ini sudah mengantongi nama wakilnya untuk mendampinginya pada pemilihan gubernur di ibukota negara tersebut.
"Sesuai dengan mekanisme, calon wakilnya diserahkan kepada calon gubernur yang diusung partai ini, " kata Sekretaris DPD Partai Golkar Sumatera Selatan, Jamratul di Palembang, Kamis.
Menurut dia, calon wakilnya diserahkan sepenuhnya kepada Alex, tetapi tetap memperhatikan hasil survei yang telah dilakukan. "Yang pasti, saat ini Pak Alex sudah mengantongi nama calon wakil gubernur yang akan mendampinginya dalam pemilihan gubernur DKI mendatang," katanya.
Mengenai siapa calon wakil gubernur yang akan mendampingi Alex, ia menyatakan, tunggu saja dalam waktu dekat akan disampaikan. Namun yang pasti Partai Golkar masih memakai tradisi lama.
Jadi, kalau satunya dari sipil maka pasangannya tentunya dari militer, ujarnya sambil tersenyum.
Sementara mengenai sosialisasi yang akan dilakukan dalam merebut DKI Jakarta, ia menuturkan, kalau sosialisasi itu dilakukan secara maksimal tentunya dengan waktu yang tersisa saat ini masih cukup untuk mensosialisasikan sosok Alex Noerdin kepada warga DKI.
Apalagi Pak Alex baru saja selesai menyukseskan pelaksanaan SEA Games XXVI beberapa waktu lalu di Palembang dan Golkar sendiri telah membuat sederet program untuk merebut DKI Jakarta, katanya.
Selain itu, Alex Noerdin juga didukung oleh beberapa partai politik lain seperti Hanura (empat kursi), Partai Damai Sejahtera (empat kursi) dan Partai Persatuan Pembangunan (tujuh kursi).
Jadi, kalau persyaratan untuk ikut pilkada DKI sudah cukup, ujarnya.
Ia mengajak seluruh kader Golkar untuk bersama-sama memenangkan Gubernur Sumsel itu sebagai Gubernur DKI periode 2012-2017.
Sebelumnya Sekretaris Fraksi Partai Golkar Ade Komarudin mengatakan, partainya memutuskan untuk mengajukan Alex Noerdin sebagai calon Gubernur DKI Jakarta.
"Rapat DPP tadi malam menghasilkan keputusan, untuk menetapkan H Alex Noerdin menjadi calon Gubernur DKI Jakarta dari Partai Golkar," katanya.
Pemilihan Alex dengan pertimbangan, pertama yang bersangkutan memiliki tingkat elektabilitas tinggi dan kedua, calon tersebut harus mendapatkan dukungan parpol lain, karena Partai Golkar hanya mempunyai tujuh kursi sehingga tidak cukup.
Kemudian ketiga, harus mempunyai program yang jelas untuk mengatasi masalah Jakarta dan Alex Noerdin memenuhi ketiga persyaratan itu, ujarnya.