Senin 31 Dec 2012 08:31 WIB

Zikir, Ajang Koreksi Diri (1)

Rep: Erdy Nasrul/ Red: Chairul Akhmad
Umat Muslim menggelar zikir bersama (ilustrasi).
Foto: Republika/Yogi Ardhi
Umat Muslim menggelar zikir bersama (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, Tahun baru Hijriah maupun Masehi menjadi peristiwa penting untuk muhasabah atau refleksi terhadap tindakan yang telah dilakukan dalam setahun belakangan.

Islam mengajarkan umatnya untuk selalu melakukan introspeksi diri sebelum dievaluasi orang lain.

“Saya juga merefleksikan diri terhadap apa yang saya lakukan, baik kesalahan, kekhilafan, atau dosa-dosa,” kata Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof Dr KH Said Aqil Siradj.

Muhasabah, menurut doktor dari Universitas Ummul Quro Makkah ini, penting untuk menunjukkan manusia adalah makhluk yang tidak luput dari kesalahan dan dosa.

Muhasabah, kata Kiai Aqil, menjauhkan manusia dari kesombongan, menunjukkan betapa lemahnya manusia, betapa banyaknya kekurangan. Dan ini, menurutnya, menjadi motivasi untuk berbuat yang lebih baik.

“Muhasabah menjadi pemicu manusia untuk selalu merendah, menjauhkan kecongkakan, dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta,” jelasnya.

Jika sudah melakukan muhasabah, langkah selanjutnya adalah muatabah atau menyalahkan diri sendiri, tidak menimpakan kegagalan sebagai akibat dari perbuatan orang lain, sehingga bisa belajar untuk memperbaikinya.

Kegagalan bangsa Indonesia bersaing dengan bangsa lain bisa dikatakan sebagai akibat dari banyaknya larangan Allah yang dilanggar, sehingga tidak mampu meraih prestasi sebagaimana yang dicapai bangsa lain.

“Barangkali, kita sering melanggar agama dan hukum. Kita dikalahkan hawa nafsu. Karena itu, sudah saatnya kita sadar memperbaiki diri sendiri,” tegas Aqil.

Kiai Aqil menegaskan, dalam firman-Nya Allah SWT tidak akan mengubah nasib sebuah bangsa jika tidak memulainya sendiri. “Kerusakan yang terjadi di muka bumi ini diakibatkan oleh salah urus, baik disengaja atau tidak oleh ulah diri kita sendiri, para pemimpin kita,” katanya mengingatkan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement