REPUBLIKA.CO.ID, DAMASKUS -- Klub sepakbola asal Inggris, Arsenal FC membuka lapangan sepak bola di kamp pengungsian Zaatari di Yordania. Lapangan tersebut merupakan hasil kerja sama dengan lembaga Save the children.
Mantan pemain belakang Arsenal, Martin Keown mewakili Arsenal meresmikan lapangan tersebut. Ia bermain sepak bola bersama anak-anak di pengungsian.
"Ini merupakan pengalaman yang benar-benar menyentuh untuk datang ke sini dan mendengarkan cerita kesulitan dari anak-anak yang masih begitu muda," ujar dia dilansir al-arabiya, Jumat (3/5).
Penduduk Suriah terus melarikan diri ke sejumlah negara seperti Yordania, Lebanon, dan Turki akibat konflik di negaranya yang tak berkesudahan.
Keown menilai sepakbola bisa membawa kebersamaan dalam pengungsian. "Sepakbola adalah platform untuk membawa orang dalam kebersamaan, menanamkan disiplin, kerja tim, dan rasa prestasi yang merupakan bahan penting untuk kesuksesan masa depan," ujar Keown.
Klub berjuluk The Gunners itu juga akan meluncurkan acara amal di Arsenal Foundation Ball. Semua uang yang terkumpul akan diberikan pada pengungsi Suriah.
Setidaknya 70 ribu orang terbunuh dalam konflik Suriah. Ribuan lainnya menjadi pengungsi di negara sekitar. Sedikitnya 120 ribu orang pengungsi berada di kamp Zaatari Yordania.