Sabtu 08 Jun 2013 08:24 WIB

Serikat Wartawan Dunia Kecam Kekerasan di Turki

Demonstrasi di Turki yang berujung kericuhan.
Foto: theatlantic.com
Demonstrasi di Turki yang berujung kericuhan.

REPUBLIKA.CO.ID, DUBLIN -- Federasi Wartawan Internasional (IFJ) mengecam kekuatan yang tidak proporsional yang digunakan oleh otoritas Turki terhadap wartawan yang meliput protes nasional yang mematikan.

IFJ, dalam pernyataannya, mengungkapkan polisi di Istanbul telah sengaja menargetkan wartawan dengan gas air mata. Akibatnya, beberapa orang terluka saat meliput kerusuhan yang telah menyebar ke berbagai kota seluruh negeri.

Serikat, yang mewakili sekitar 600 ribu wartawan di lebih dari 100 negara, mengadopsi mosi darurat pada konferensi internasional di Dublin. Mereka menyesalkan penggunaan kekuatan yang tidak proporsional, penggunaan besar-besaran gas air mata, serta penggunaan kendaraan lapis baja untuk menghancurkan barikade.

IFJ juga menganggap penjelasan Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan di Twitter sebagai "ancaman bagi masyarakat". Mereka mengatakan beberapa anggotanya telah menghadapi intimidasi lisa" dan peralatan mereka telah rusak oleh pengunjuk rasa.

Kongres IFJ mendesak komite eksekutif untuk mendorong pembebasan langsung semua wartawan yang dimasukkan ke dalam tahanan selama protes ini dan agar pemerintah Turki menjatuhkan tindakan hukum terhadap mereka.

Kerusuhan dimulai sepekan lalu ketika polisi menindak berat pada aksi unjuk rasa damai untuk menyelamatkan Taman Gezi Istanbul. Aksi tersebut berubah menjadi demonstrasi nasional terhadap Erdogan dan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), yang dilihat para demonstran kian otoriter. Tiga orang telah tewas dalam bentrokan di Turki sejak aksi protes pecah.

sumber : Antara/Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Ma'idah ayat 6)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement