Ahad 17 Aug 2014 22:12 WIB

Indonesia Terbuai Energi Fosil

Rep: C88/ Red: Djibril Muhammad
Energi Terbarukan
Foto: energy.gov
Energi Terbarukan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi VII DPR-RI dari Fraksi PDI-P, Efendi Simbolon, menilai selama ini pemerintah terlalu terbuai dengan energi fosil. Ia melihat, selama dua periode pemerintahan SBY, tidak ada pembangunan dan rencana-rencana strategis untuk mengelola energi yang efisien.

"Selama ini pemerintah tidak serius menangani penemuan energi baru dan terbarukan atau membangun infrastruktur energi," ujarnya saat dihubungi Republika, Ahad (17/8). Maka, tak pelak anggaran subsidi BBM selalu meningkat dari tahun ke tahun.

Langkah-langkah yang ditetapkan pemerintah dalam mengelola energi, seperti pemasangan stiker pada kendaraan, hanya bersifat parsial dan tidak solutif. Belum lagi, Efendi menambahkan hingga saat ini mafia migas masih membelenggu tata niaga migas.

Oleh karena itu, pemerintahan Jokowi-JK yang akan datang diharapkan memiliki komitmen untuk memotong rantai biaya produksi yang tinggi. Setelah itu, Indonesia harus lebih serius menuju energi berbasis non fosil.

"Nantilah mudah-mudahan RAPBN-P yang akan diajukan pemerintahan Jokowi-JK dapat memenuhi kebutuhan," kata Efendi menegaskan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Ma'idah ayat 6)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement