REPUBLIKA.CO.ID,KUWAIT CITY--Seorang pria Kuwait yang diculik pada Agustus lalu di timur Lebanon telah dibebaskan dan diserahkan ke pihak berwenang pada Selasa (11/11) kemarin.
Sumber keamanan setempat mengatakan tidak ada motif politik dalam penculikan kali ini.
"Berkat mediasi, Mufti Syekh Bakr al-Rifai, warga Kuwait berhasil diserahkan kepada otoritas Keamanan Umum di Baalbek," kata sumber tersebut kepada AFP, Rabu (12/11).
Ia mengatakan dengan pasti bahwa penculikan itu tidak bermuatan politik. Tidak ada keterangan apakah penculik meminta uang tebusan atau tidak. Lebanon sendiri telah terpukul dalam beberapa bulan terakhir dengan gelombang penculikan yang sering dikaitkan dengan perang saudara di negara tetangga, Suriah.