Rabu 27 Apr 2016 16:22 WIB

New York Times Tutup Kegiatan di Paris

Kantor New York Times
Foto: Salon.com
Kantor New York Times

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Harian the New York Times pada Selasa (26/4) menyatakan akan menutup kegiatan penyuntingan dan pracetak di Paris serta mengurangi atau memindahkan 70 pekerja guna memangkas biaya surat kabar internasional itu.

"Untuk tetap dapat bersaing, kami harus melakukan penyesuaian terhadap pasar. Kami perlu berpikir ulang mengenai arti terbitan cetak bagi pelanggan internasional, pembaca yang kerap melakukan perjalanan di dunia yang semakin mudah memperoleh berita dari sumber digital," demikian penjelasan tertulis the New York Times kepada karyawannya, Selasa, yang diperlihatkan kepada Reuters.

Biro the New York Times dan bagian periklanan tidak akan terpengaruh oleh keputusan seperti yang tercantum dalam catatan tersebut. Perubahan itu adalah bagian dari usaha untuk menyederhanakan proses penyuntingan dan produksi the New York Times secara internasional. Para pihak yang berperan dalam tugas tersebut akan dipindahkan ke New York dan Hong Kong.

 
Perusahaan itu mengatakan dalam pendaftaran pada komisi sekuritas dan saham AS, langkah tersebut diharapkan dapat memberi keuntungan 15 juta dolar AS melalui penghematan biaya dan semua langkah akan dilakukan pada kuartal kedua.
 
The New York Times internasional berkembang dari Herald Tribune yang dulu dimiliki bersama oleh New York Times dan Washington Post.
 
Harian itu menghadapi penurunan pendapatan dari iklan cetak dan berusaha meningkatkan popularitas edisi digital melalui beberapa cara pemasaran, antara lain memberi pilihan bagi pelanggan untuk membayar dengan mata uang setempat. Pada Oktober dilaporkan, keinginan untuk menggandakan pendapatan dari sektor digital menjadi 800 juta dolar AS hingga 2020.
 
 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement