REPUBLIKA.CO.ID, BEERSHEBA--Pelatih Inter Milan, Stefano Pioli kecewa kepada para pemain Nerazzurri yang menurut dia tak menunjukkan kecakapan mental ketika bertandang ke markas Hapoel Be'er Sheva, Jumat (25/11). Pada laga kelima penyisihan Liga Europa itu, Inter dibekuk 2-3.
Inter sebenanya sempat unggul dua gol tanpa balas pada babak pertama via Mauro Icardi dan Marcelo Brozovic. Namun, tiga gol balasan yang dibuat Hapoel lewat Anthony Nwakaeme (dua gol) dan Ben Sahara pada interval kedua mengubur harapan Inter untuk berprestasi di pentas Eropa.
Kekalahan ini, tak lepas dari dikartumerahnya kiper Inter, Samir Handanovic pada babak kedua sebelum Hapoel menyamakan kedudukan.
Inter pun harus rela keluar dari Liga Europa. Sebab, meski menang pada laga pamungkas, koleksi tiga angka yang mereka miliki tak akan bisa mengejar penghuni Grup K lainnya, Sparta Praha (12 angka), Southampton (tujuh angka), dan Hapoel (tujuh angka).
"Kami tiba-tiba tidak bermain secara tim pada babak kedua. Hal seperti tadi harusnya tak dilakukan jika ingin memenangkan pertandingan," kata dia, dikutip dari laman resmi UEFA, Jumat.
Pelatih yang baru menangani Inter pada November ini mengatakan, Inter seharusnya mengakhiri pertandingan tadi dengan segera unggul 3-0. Sayangnya, para pemain Inter bermain dengan mental buruk.
Bukannya menambah keunggulan, Icardi dan kawan-kawan malah terpuruk ketika lawan bisa mengejar. "Ini benar-benar tak bisa diterima. Jika alasannya adalah soal kebugaran, ini tentu tidak benar. Kami punya kualitas," kata dia.