Rabu 05 Apr 2017 05:25 WIB

Koeman Sakit Hati Everton Ditahan Seri MU

Rep: Gilang Akbar Prambadi/ Red: Andri Saubani
Reaksi pelatih Everton, Ronald Koeman seusai laga Liga Primer lawan Manchester United di Old Trafford, Rabu (5/4) dini hari WIB. Laga berakhir imbang 1-1.
Foto: EPA/Nigel Roddis
Reaksi pelatih Everton, Ronald Koeman seusai laga Liga Primer lawan Manchester United di Old Trafford, Rabu (5/4) dini hari WIB. Laga berakhir imbang 1-1.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER—Laga Manchester United (MU) kontra Everton di Old Trafford, Rabu (5/4) dini hari WIB berakhir 1-1. Pada pertandingan tersebut, Everton nyaris menyudahi laga dengan kemenangan. Unggul 1-0 berkat gol Phil Jagielka pada menit ke-22, Everton sanggup menahan derasnya serangan United. Tapi akhirnya, gawang the Toffees jebol juga tepat pada menit terakhir injury time babak kedua.

Gol penalti MU dari Zlatan Ibrahimovic pada menit ke-90 +4 menyelamatkan muka United di depan publik sendiri. Gol ini lahir setelah bola tendangan bek kiri MU, Luke Shaw ditahan dengan tangan secara sengaja oleh pemain lawan, Ashley Williams di dalam kotak penalti. "Sakit rasanya luput meraih kemenangan saat kami di sedikit lagi meraihnya," kata Koeman dikutip dari laman resmi klub, Rabu.

Pelatih asal Belanda ini mengakui, Williams memang menahan bola dengan tangan dan pantas dikartu merah. Untuk hukuman yang diberikan kepada timnya, Koeman tak mempermasalahkan. Namun, Koeman merasakan perih karena penalti itu terjadi hanya beberapa detik sebelum laga usai.

Meski demikian, Koeman masih memuji permainan timnya. Eks pelatih Southampton ini menyebut pasukannya amat membanggakan. Dengan usia rata-rata pemainnya yang masih muda, satu angka dari markas MU disebutnya sudah cukup. "Saya bangga, mungkin seharusnya kami layak mendapatkan tiga angka, tapi satu angka tak masalah," kata Koeman.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Apa yang paling menarik bagi Anda tentang Singapura?

1 of 7
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement