Thursday, 7 Jumadil Awwal 1444 / 01 December 2022

Thursday, 7 Jumadil Awwal 1444 / 01 December 2022

7 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

60 Persen Listrik di di Indonesia Masih Berasal dari Batu Bara

Kamis 02 Jun 2022 13:49 WIB

Rep: Eric Iskandarsjah Z/ Red: Dwi Murdaningsih

Petugas mengecek mobil bertenaga listrik dalam pameran Festival Energi Terbarukan [RE]Spark di Jakarta, Kamis (2/6/2022). Kegiatan tersebut dalam rangka memfasilitasi startup energi terbarukan yang telah tergabung dalam program inkubasi dan akselerasi New Energy Nexus Indonesia serta mitra-mitra startup inovatif lainnya untuk menunjukan inovasinya demi tercipta ekonomi hijau di Indonesia.

Petugas mengecek mobil bertenaga listrik dalam pameran Festival Energi Terbarukan [RE]Spark di Jakarta, Kamis (2/6/2022). Kegiatan tersebut dalam rangka memfasilitasi startup energi terbarukan yang telah tergabung dalam program inkubasi dan akselerasi New Energy Nexus Indonesia serta mitra-mitra startup inovatif lainnya untuk menunjukan inovasinya demi tercipta ekonomi hijau di Indonesia.

Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan
Sumber pengisian mobil listrik di Indonesia masih berasal dari batu bara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam berbagai kalangan masyarakat, masih ada polemik soal electric vehicle (EV) atau mobil listrik. Salah satunya mengenai seberapa ramah lingkungan kah EV tersebut.

Meski mobil listrik tak memiliki knalpot, tapi EV membutuhkan energi listrik yang dihasilkan dari berbagai sumber. Salah satunya sumber yang kurang ramah lingkungan seperti batu bara.

Baca Juga

Artinya, EV bisa dikatakan tanpa emisi jika digunakan di negara yang tak lagi memproduksi listrik dari sumber yang kurang ramah lingkungan. Di Indonesia, saat ini EV belum bisa dikatakan sebagai kendaraan tanpa emisi jika ditinjau dari hulu ke hilir.

Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementrian ESDM, Dadan Kusdiana mengatakan, saat ini batu bara masih jadi salah satu sumber utama dalam produksi listrik.

"Saat ini 60 persen produksi listrik di Indonesia masih menggunakan batu bara," kata Dadan dalam Festival Energi Terbarukan yang digelar di Jakarta pada Kamis (2/6).

Mengingat masih tingginya kontribusi batu bara, maka diperlukan sinergi dari berbagai stakeholder untuk menghadirkan pembangkit listrik yang lebih ramah lingkungan. Dengan begitu, penggunaan batu bara dalam produksi listrik bisa terus ditekan.

"Penggunaan batu bara akan kami kurangi secara bertahap. Sebagai gantinya, kita akan meningkatkan produksi listrik dari sumber yang lebih ramah lingkungan seperti energi baru terbarukan atau EBT," ucapnya.

Nantinya, kata dia, jika EBT telah jadi pengganti batu bara, maka Indonesia bisa menghasilkan listrik dengan output yang lebih besar dari sumber yang lebih variatif dan merata. Sehingga, spirit untuk jadi negara nett zero emission bisa tercapai dengan optimal.


Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile