REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Pelatih Persib Bandung Mario Gomez ketiban sial. Pelipis kanannya terluka setelah mendapatkan lemparan dari oknum suporter Arema FC pada laga Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Ahad (15/4).
Akan tetapi, bukan soal luka di kepalanya yang disesalkan Gomez. Pelatih asal Argentina ini kecewa timnya tak dapat memetik kemenangan tandang perdana musim ini setelah bermain imbang 2-2. Padahal, kata dia, Maung Bandung semestinya dapat membawa pulang tiga angka.
"Saya kira, kami mendapatkan penalti saat (Jonathan) Bauman dijatuhkan. Mungkin kami bisa menang 3-1, tapi hasil akhir imbang," kata Gomez yang mendapat perawatan seusai laga akibat lemparan batu dari oknum suporter tuan rumah.
Ia menyesalkan gol kedua Arema FC yang dicetak Balsa Bozovic pada menit ke-88. Gomez menilai hal itu tidak perlu terjadi. Akan tetapi, ia menerima bahwa gol tersebut merupakan bagian dari pembelajaran berharga bagi skuat mudanya.
Pelatih berusia 61 tahun itu mengaku, pemain belakangnya masih perlu banyak jam terbang untuk lebih baik ke depannya. Bukan hanya Henhen Herdiana yang dianggap titik lemah Persib di lini belakang.
"Tak hanya dia, tapi beberapa pemain di sini. Ini karena kurangnya pengalaman," kata Gomez.