REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Pelatih Sassuolo Giuseppe Iachini menilai kemenangan 1-2 timnya atas Inter Milan lantaran reaksi berlebih Nerazzurri. Respons Inter tersebut terlalu meremehkan il Neroverdi.
Inter memang bertekad untuk mengunci satu tiket zona Liga Champions musim depan ketika bentrok dengan Sassuolo. Bahkan, La Beneamata sempat berpendapat mereka bakal berusaha tidak hanya menang, tetapi melakukannya dengan selisih enam gol agar menyamai raihan gol SS Lazio di kursi keempat.
"Tentu mereka memotivasi kami untuk menunjukan yang terbaik,” kata pelatih yang dikenal tempramen dikutip Football Italia, Ahad (13/5).
Iachini mengatakan ada kurangnya rasa hormat dari Inter Milan. Bahkan, dia mengatakan, timnya membaca beberapa hal yang benar-benar ofensif.
“Siapa pun yang menulis itu harus makan kata-kata mereka sendiri, karena kami profesional dan mengganggap serius pekerjaan kami," kata dia.
Laga berjalan ketat. Inter menciptakan 16 tendangan ke arah gawang lawan, sedangkan tim tamu hanya menciptakan sembilang peluang dengan dua di antaranya sukses menjadi gol.
Gol pertama Sassuolo lahir melalui tendangan bebas Matteo Politano pada menit ke-25 dan Domenico Berardi menit ke-72. Inter memperkecil kedudukan melalui Rafinha menjadi 1-2 pada menit ke-80.
Hingga peluit panjang berbunyi skor tetap berpihak pada il Neroverdi. "Dalam sepak bola kita harus berhenti dengan hal semacam ini,” kata Iachini.
Iachini menyatakan timnya akan melakukan kinerja dengan baik hingga akhir musim. “Kami bekerja sangat keras untuk bangkit kembali mengamankan status di pentas Serie A."