Rabu 06 Mar 2019 19:45 WIB

Kemenristekdikti Minta Calon Pendaftar UTBK Jangan Resah

Kemenristekdikti terus memantau aktivitas pada laman pendaftaran.

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Ratna Puspita
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir.
Foto: Republika/Edi Yusuf
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meminta para calon mahasiswa yang akan mendaftar Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk tidak khawatir. Saat ini, Kemenristekdikti terus memantau aktivitas pada laman pendaftaran. 

"Yang penting, calon jangan resah. Pemerintah menjamin mereka akan bisa difasilitasi untuk pendaftaran ke depan," kata Nasir, di Kantor Kemenristekdikti, Jakarta, Rabu (6/3). 

Ia menjelaskan, memang sempat ada masalah di awal pembukaan pendaftaran pada 1 Maret 2019 sehingga mengakibatkan pendaftaran diundur. Setelah diuji coba kembali pada 3 Maret 2019 siang hari, akses internet sudah bagus dan sampai sekarang tidak ada masalah. 

Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) Kemenristekdikti Ismunandar mengatakan pendaftaran gelombang pertama masih akan dibuka sampai 24 Maret 2019. Kemudian, pendaftaran gelombang kedua akan dilakukan sampai 1 April 2019.

Ia memaklumi banyak orang yang ingin mendaftar di awal pendaftaran. Namun, ia berharap para calon mahasiswa bisa sabar karena Kemenristekdikti akan menyediakan tempat ujian apabila masih ada yang belum mendapatkan tempat. 

"Pasti ada tempat. Kalau ada tempat sudah penuh, pasti akan kita tambah kalau demmand-nya masih terus. Kita kemarin sudah diskusi ada penambahan hari dan sebagainya," kata Ismunandar. 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Ma'idah ayat 6)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement