REPUBLIKA.CO.ID, NAPLES -- Sepekan lalu, prahara sempat mengguncang Napoli. Para pemain, pelatih, dan klub, berbeda pendapat.
Hasilnya, berdampak nyata di lapangan. Kekompakan Partenopei seolah hilang.
Dalam beberapa pertandingan terakhir, pasukan biru tanpa kemenangan. Itu terjadi di berbagai ajang.
Gelombang protes berdatangan. Para penggemar mengecam pemain yang dinilai tidak menghormati klub.
Berbagai efek domino muncul. Salah satunya, menyeruak isu, beberapa pemain bakal dilepas.
Salah satunya bek tengah Koulibaly. Jagoan tim nasional Senegal itu dikaitkan dengan Manchester United.
Semula Napoli terus mempertahankan Kolibaly. Belakangan, klub tersebut terbuka pada semua kemungkinan. Asalkan ada tawaran yang cocok mereka bersedia melepas jebolan akademi Metz itu.
Sang bek merespons kabar ini. Lewat media sosial, ia menuliskan ungkapan cinta untuk Kota Naples.
"Ini tempat anak saya lahir. Di sini saya berkembang baik sebagai pria, maupun pesepakbola. Ini tempat di mana keluarga saya merasa seperti di rumah sendiri," demikian tulisan Kolibaly, di Twitter resminya, dikutip dari Football Italia, Ahad (17/11).
Itu artinya, ia tak ingin meninggalkan Napoli. Sejak 2014, eks KRC Genk memperkuat Partenopei.
Ini musim keenam yang bersangkutan bermarkas di San Paulo. Sejauh itu, ia tampil dalam 226 laga di berbagai ajang, dan mencetak 10 gol.