Senin 01 Jun 2020 12:31 WIB

Pasien Covid-19 di Garut Kembali Bertambah

Total kasus positif di Kabupaten Garut menjadi 17 orang.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Esthi Maharani
Petugas medis menangani pasien terjangkit virus Corona.
Foto: Republika/Abdan Syakura
Petugas medis menangani pasien terjangkit virus Corona.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut mengonfirmasi penambahan satu kasus pasien positif pada Ahad (31/5). Dengan penambahan itu, total kasus positif di Kabupaten Garut menjadi 17 orang. Dari 17 kasus itu, enam orang masih dalam perawatan, sembilan orang dinyatakan  sembuh, dan dua orang meninggal.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Garut, Yeni Yunita mengatakan, satu pasien baru yang konfirmasi positif Covid-19 merupakan laki-laki berusia 31 tahun. Pasien berasal dari Kecamatan Leuwigoong.

"Telah dilakukan rujukan ke RSUD dr Slamet Garut," kata dia melalui keterangan resmi yang telah dikonfirmasi, Ahad.

Selain itu, terjadi penambahan orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 139 kasus. Ratusan orang OTG baru itu merupakan warga yang pernah melakukan kontak erat dengan tiga pasien positif yang sebelumnya ditemukan di Kecamatan Selaawi.

Yeni mengatakan, saat ini total tercatat ada 956 OTG di Kabupaten Garut. Sebanyak 216 masih dalam tahap observasi dan 740  selesai masa observasi tanpa ada kasus kematian.

Ia menambahkan, pada Ahad juga terjadi penambahan laporan kasus orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak dua orang. "Satu orang dari Kecamatan Cikelet dan sati orang Kecamatan Talegong," kata dia.

Hingga saat ini, total tercatat ada 2.613 ODP di Kabupaten Garut. Sebanyak 180 kasus masih pemantauan, empat dalam perawatan, dan 2.429 selesai pemantauan, di mana 14 di antaranya meninggal.

Sementara untuk pasien dalam pengawasan (PDP), tercatat total 67 kasus. Sebanyak tujuh kasus sedang dalam perawatan dan 60 kasus selesai pengawasan, di mana 15 orang meninggal dunia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement