Selasa 23 Feb 2021 00:44 WIB

Peneliti: Populasi Pesut Mahakam Menurun

Zona inti penyebaran Pesut Mahakam sudah kehilangan fungsi.

Red: Ratna Puspita
Pesut Mahakam
Pesut Mahakam

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peneliti Pesut Mahakam dan Scientific Program Advisor di Yayasan Konservasi Rare Aquatic Species of Indonesia (RASI) Danielle Kreb mengatakan populasi Pesut Mahakam mengalami penurunan di habitatnya di Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Lumba-lumba air tawar yang dilindungi itu pun terancam punah.

"Pada 2018-2019 penelitian satu tahun menghasilkan 81 ekor yang tersisa di Sungai Mahakam. Itu artinya ada penurunan populasi dari 2005 yang pada saat itu diperkirakan 88 ekor," kata Danielle dalam seminar virtual (webinar) "Penduduk dan Lingkungan: Antara Subsistensi dan Keberlanjutan" yang diselenggarakan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Yayasan Konservasi RASI, Jakarta, Senin (22/2).

Baca Juga

Danielle menuturkan penyebaran Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) memang lebih banyak di daerah Mahakam Tengah antara Muara Kaman sampai Muara Pahu. Termasuk, tiga danau besar, yakni Semayang, Melintang dan Jempang, dan beberapa anak sungai.

Perempuan peneliti asal Belanda itu menuturkan ada beberapa zona inti di mana hewan mamalia itu tersebar di antaranya Muara Kaman, Kedang Kepala, dan Belayan. Namun, zona inti penyebaran Pesut Mahakam yang teridentifikasi pada 1997-2010 sudah kehilangan fungsi.