Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

14 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Anak Sering Batpil? Periksa Kebutuhan Zat Besinya

Senin 22 Feb 2021 17:26 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Indira Rezkisari

Sayur bayam merupakan salah satu sumber zat besi alami.

Sayur bayam merupakan salah satu sumber zat besi alami.

Foto: Pxhere
Kekurangan zat besi dapat memicu beragam penyakit pada anak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kekurangan zat besi pada anak sering kali disebut sebagai istilah kelaparan tersembunyi. Isu kesehatan ini dapat berdampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak.

President of Indonesian Nutrition Association (INA), yang juga Spesialis Gizi Klinis, Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, SpGK, menjelaskan bahwa kekurangan zat besi dapat memicu beragam penyakit. Sebut saja batuk dan pilek (batpil), diare, anemia.

Baca Juga

“Anak tidak langsung anemia. Bisa juga membuat diare karena kurangnya kemampuan usus dalam penyerapan makanan. Nutrisi kurang jadi mudah sakit, pertumbuhan terhambat dan metabolisme terganggu jadi sering batuk pilek,” kata Luciana.

Minim asupan zat besi juga berpengaruh terhadap perkembangan otak. Hal itu menyebabkan anak menjadi kurang konsentrasi dan fokus, serta sulit bersosialisasi. Kekurangan zat besi pada anak berpotensi menghambat pertumbuhan kognitif, motorik, sensorik, dan sosial anak.

Jika tidak ditangani secara tepat, dampaknya bisa jadi permanen. Hal ini dapat dicegah dengan memberikan makanan yang kaya zat besi seperti daging merah, hati, ikan, ayam, bayam, dan susu.

“Selain itu memberikan makanan yang mengandung vitamin C juga penting untuk mendukung penyerapan zat besi.” jelas Dr. Luciana.

Indonesia memiliki mimpi untuk menjadi negara maju pada perayaan 100 tahunnya di 2045. Hal ini tentu bergantung pada kualitas anak-anak Indonesia yang saat ini masih balita. Sayangnya, satu dari tiga anak Indonesia berusia di bawah lima tahun tercatat mengalami anemia (Riskesdas 2018), di mana 50-60 persen kejadian anemia disebabkan oleh kekurangan zat besi (Grantham-McGregor S, 2010).

PT Sarihusada Generasi Mahardika (Sarihusada) melalui SGM Eksplor berinovasi dengan meluncurkan formula terbaru SGM Eksplor, yaitu SGM Eksplor Pro-gress Maxx dengan IronC. Astrid Prasetyo, Marketing Manager SGM Eksplor mengatakan formula SGM Eksplor Pro-gress Maxx diperkaya oleh IronC, sebuah kombinasi zat besi dan vitamin C dalam rasio molar yang telah disesuaikan untuk memberikan asupan zat besi kepada anak dan memastikan asupan tersebut dapat terserap dengan optimal.

“Selain IronC, SGM Eksplor Pro-gress Maxx juga dilengkapi oleh nutrisi penting lainnya seperti Minyak Ikan, Omega 3 & 6, Tinggi Protein, Kalsium, Vitamin D, Serat Pangan, dan Zinc, dukung tumbuh kembang optimal anak Indonesia,” kata Astrid.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile