Rabu 03 Mar 2021 21:12 WIB

IOC dan Penyelenggara Tokyo Bahas Kehadiran Penonton

Diskusi kemungkinan berfokus pada pembicaraan soal apakah penonton dari luar negeri

Presiden Panitia Penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 Seiko Hashimoto berbicara di pertemuan Dewan Eksekutif Tokyo 2020 di Tokyo, Jepang. (18/2/2021)
Foto: antara/reuters
Presiden Panitia Penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 Seiko Hashimoto berbicara di pertemuan Dewan Eksekutif Tokyo 2020 di Tokyo, Jepang. (18/2/2021)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan Penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 akan menggelar pertemuan secara virtual, Rabu (3/3). Pertemuan itu akan membahas kehadiran penonton di olimpiade. 

Dilansir Kyodo News, Rabu (3/3), Presiden IOC Thomas Bach dan Ketua Komite Penyelenggara Tokyo 2020 Seiko Hashimoto merupakan dua di antara perwakilan yang akan hadir dalam pertemuan bersama lima pihak itu. Pejabat Tokyo 2020 mengatakan diskusi kemungkinan berfokus pada pembicaraan soal apakah penonton dari luar negeri diperbolehkan menyaksikan Olimpiade dan Paralimpiade atau tidak.

Baca Juga

Di tengah situasi pandemi yang tidak mungkin teratasi pada musim panas ini, mereka juga diharapkan dapat menghasilkan keputusan soal pembatasan jumlah penonton di Olimpiade nanti.

Ketua Komite Paralimpiade Internasional Andrew Parsons, Gubernur Tokyo Yuriko Koike dan Menteri Olimpiade Jepang Tamayo Marukawa juga akan hadir dalam rapat tersebut. Rapat tersebut bakal menjadi yang pertama kalinya bagi mereka sejak Hashimoto menggantikan Yoshiro Mori sebagai presiden Tokyo 2020, Februari lalu.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement