Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

 

10 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Alami Phantosmia Terkait Covid-19, Aroma Busuk Terus Tercium

Jumat 18 Jun 2021 23:40 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Kehilangan indra perasa dan penciuman mungkin merupakan salah satu gejala Covid-19. (ilustrasi).

Kehilangan indra perasa dan penciuman mungkin merupakan salah satu gejala Covid-19. (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com.
Alami phantosmia, orang mencium aroma yang sebenarnya tidak ada.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kehilangan indra penciuman merupakan salah satu keluhan yang cukup umum ditemukan pada pasien Covid-19. Sebagian besar pasien bisa mendapatkan kembali indra penciuman mereka.

 

 

Baca Juga

Namun, ada orang yang justru mengalami masalah penciuman lain yang semakin mengganggu. Salah satu di antaranya adalah gangguan penciuman bernama phantosmia, yakni kondisi yang membuat penderitanya mencium aroma yang sebenarnya tidak ada.

Ada cukup banyak pasien Covid-19 yang mengeluhkan masalah phantosmia ini di media sosial sejak beberapa waktu lalu. Sebagian dari mereka mengaku mencium aroma asap rokok ke mana pun mereka pergi. Ada pula yang selalu mencium aroma busuk secara konsisten.

photo
Parosmia dan phantosmia usik penyintas Covid-19 - (Republika)

Selain phantosmia, ada pula pasien Covid-19 yang mengeluhkan masalah parosmia. Parosmia merupakan gangguan penciuman di mana aroma suatu objek terdistorsi.

Kondisi tersebut dapat membuat suatu objek yang memiliki aroma menyenangkan tercium sangat tidak enak. Sebagai contoh, aroma kopi tercium seperti aroma bensin atau aroma bawang tercium seperti aroma busuk.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile