Ahad 31 Oct 2021 02:47 WIB

Jalan Unggan-Lintau Saksi PDRI akan Dibuka Tahun Depan

Jalan Unggan-Lintau tertutup semak belukar

Rep: Febrian fachri/ Red: Dwi Murdaningsih

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi, meminta pembukaan jalan Unggan, Sijunjung menuju Lintau Kabupaten Tanah Datar segera dibuka pada 2022.

"Jalan ini sudah pernah dibuka pada masa Gubernur Azwar Anas. Namun kemudian karena tidak dilakukan pengerasan dan pengaspalan maka tertutup semak belukar. Kita buka lagi akses jalan ini," kata Mahyeldi, Jumat (29/10).

Baca Juga

Menurut Mahyeldi, jalan tersebut cukup dibuka dulu menggunakan alat berat hingga bisa dilewati masyarakat. Dengan sering dilewati, kontur jalan akan mengeras. Setelah itu baru dilakukan pengaspalan.

Mahyeldi menyebut akses jalan adalah urat nadi perekonomian yang akan mendukung kesejahteraan rakyat karena itu harus menjadi prioritas.

"Dengan adanya jalan ini maka akan ada jual beli produk hasil pertanian dan kerajinan sehingga menggerakkan ekonomi masyarakat dua daerah," katanya.

Ia menambahkan daerah Sumpur Kudus adalah salah satu basis perjuangan pada masa Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang menjadi tonggak penyambung kedaulatan NKRI saat agresi Belanda II.

Mahyeldi mengatakan daerah basis PDRI akan mendapatkan perhatian. Karena menjadi saksi sejarah mempertahankan NKRI dari belenggu penjajahan.

Wali Nagari Sumpur Kudus Selatan, Khairul Basri, mengatakan pada 2001-2003 jalan itu masih digunakan masyarakat menggunakan sepeda motor.

Bahkan ada satu jembatan di ruas jalan itu yang saat itu masih bisa dilewati, namun sekarang kondisinya sudah rusak.

"Kami harap akses jalan itu bisa kembali dibuka dan dimanfaatkan masyarakat," ujar Khairul.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement