DPR Minta Harga Tes PCR di Bawah Rp 200 Ribu

Diharapkan harga PCR yang lebih terjangkau akhirnya berdampak pada geliat ekonomi

Selasa , 09 Nov 2021, 07:15 WIB
Pelajar menjalani tes usap Polymerase Chain Reaction (PCR) lanjutan di Puskesmas Rusunawa, Jalan Cingised, Arcamanik, Kota Bandung. DPR meminta harga tes PCR di bawah Rp 200 ribu.
Pelajar menjalani tes usap Polymerase Chain Reaction (PCR) lanjutan di Puskesmas Rusunawa, Jalan Cingised, Arcamanik, Kota Bandung. DPR meminta harga tes PCR di bawah Rp 200 ribu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi VI DPR Aria Bima berharap industri farmasi yang berada di bawah Kementerian BUMN dapat menurunkan lagi harga polymerase chain reaction (PCR). Tujuannya agar tak memberatkan masyarakat.

"Terutama juga melindungi daya beli masyarakat, karena PCR ini sangat terkait sekali dengan hal-hal yang menyangkut pengatasan dampak dari pandemi," ujar Aria dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir, Selasa (9/11).

Baca Juga

Tes PCR, kata Aria, juga menjadi polemik di masyarakat karena kebijakan pemerintah yang terus berubah-ubah. Padahal, murahnya harga tes PCR dapat meningkatkan daya beli masyarakat yang terdampak pandemi.

"Kita mengatasi virusnya dan penularannya, dan dampaknya karena dengan diharapkan harga PCR yang lebih terjangkau akhirnya berdampak pada geliat ekonomi," ujar Aria.

Anggota Komisi VI Fraksi Partai Gerindra Andre Rosiade meminta agar Bio Farma dapat...