Wednesday, 2 Rabiul Awwal 1444 / 28 September 2022

Wednesday, 2 Rabiul Awwal 1444 / 28 September 2022

2 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

TikTok dan Squid Game Kerek Popularitas Duolingo

Senin 06 Dec 2021 20:52 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Dwi Murdaningsih

Duolingo

Duolingo

Foto: google play store
Banyak orang termotivasi belajar bahasa di Duolingo setelah melihat video TikTok.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Aplikasi pembelajaran bahasa Duolingo mengatakan frasa tahun ini adalah "Saya lelah secara mental." Frasa ini muncul sebagai bagian dari kursus bahasa Jepang dan tampaknya merangkum tahun 2021 dengan baik.

 
Dalam laporan dan survei bahasa tahun 2021, Duolingo mengatakan lima bahasa teratas yang dipelajari di aplikasi tahun ini adalah bahasa Spanyol, Inggris, Prancis, Jepang, dan Jerman. Dilansir dari The Verge, bahasa Korea semakin populer di seluruh dunia.
 
Di antara mereka yang memulai bahasa baru di Duolingo selama pandemi, 80 persen menggunakan aplikasi seluler untuk melakukan pelajaran.
 
Lebih dari dua pertiga pengguna Duolingo yang disurvei mengatakan acara budaya mungkin menginspirasi mereka untuk mencoba mempelajari bahasa baru. Sebanyak 29 persen mengatakan video TikTok dalam bahasa lain berfungsi sebagai motivasi. Jumlah itu bahkan lebih tinggi di antara pengguna Gen Z, di 40 persen. 
 
Di antara mereka yang terinspirasi oleh acara streaming untuk belajar bahasa baru, 37 persen memulai pelajaran dalam bahasa Spanyol setelah menonton Money Heist; 28 persen memutuskan untuk belajar bahasa Korea setelah menonton Squid Game, dan 20 persen mempelajari bahasa Prancis setelah menonton Emily in Paris.
 
Perusahaan yang berbasis di Pittsburgh, yang go public pada bulan Juli ini telah melewati tahun 2021 yang sibuk. Pada bulan Mei, pendiri dan CEO Duolingo, Luis von Ahn, penduduk asli Guatemala, bergabung dengan Wakil Presiden Kamala Harris di Gedung Putih sebagai bagian dari dorongan bagi bisnis untuk berinvestasi di Amerika Tengah. Aplikasi ini juga menambahkan bahasa ke-40, Yiddish, pada bulan April.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile