Saturday, 15 Muharram 1444 / 13 August 2022

Saturday, 15 Muharram 1444 / 13 August 2022

15 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Akhir Tahun, BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan 3,5 Persen

Kamis 16 Dec 2021 09:15 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Friska Yolandha

Layar memampilkan logo Bank Indonesia (BI) di Jakarta, Kamis (17/6/2021). Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (7 Days Reverse Repo Rate/BI 7DRR) sebesar 3,5 persen pada Desember 2021.

Layar memampilkan logo Bank Indonesia (BI) di Jakarta, Kamis (17/6/2021). Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (7 Days Reverse Repo Rate/BI 7DRR) sebesar 3,5 persen pada Desember 2021.

Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak A
Keputusan suku bunga acuan dilakukan di tengah perkiraan inflasi yang rendah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (7 Days Reverse Repo Rate/BI 7DRR) sebesar 3,5 persen pada Desember 2021. Sementara itu, suku bunga deposit facility yang dipertahankan 2,75 persen dan suku bunga lending facility sebesar 4,25 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo, mengatakan, keputusan tersebut berdasarkan hasil Rapat Dewan Gubernur 15-16 Desember 2021. Dipertahankannya suku bunga acuan sejalan dengan perlunya otoritas moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan.

Baca Juga

"Ini dilakukan di tengah prakiraan inflasi yang rendah dan upaya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi," kata Perry dalam konferensi pers virtual, Kamis (16/12).

Ia mengatakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2021 diperkirakan akan membaik sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat. Kinerja konsumsi swasta, investasi, serta konsumsi pemerintah diprakirakan terus meningkat di tengah tetap terjaganya kinerja ekspor.

Pertumbuhan ekonomi juga didukung oleh kinerja lapangan usaha utama. Antara lain seperti industri pengolahan, perdagangan, dan pertambangan yang diprakirakan tetap baik.

Sementara itu, sejumlah indikator hingga Desember 2021 menunjukkan proses pemulihan yang berlanjut, seperti peningkatan mobilitas masyarakat di berbagai daerah, kenaikan penjualan eceran, penguatan keyakinan konsumen, serta ekspansi PMI Manufaktur.

"Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi 2021 berada dalam kisaran proyeksi Bank Indonesia yaitu 3,2 persen hingga 4 persen," kata Perry.

Pada 2022 mendatang, perbaikan ekonomi akan didukung konsumsi swasta yang meningkat dan kinerja ekspor serta belanja fiskal Pemerintah yang tetap terjaga.

Hal tersebut sejalan dengan mobilitas yang terus meningkat, pembukaan ekonomi yang semakin luas, serta stimulus kebijakan yang berlanjut.  Dengan perkembangan tersebut, BI memprakirakan ekonomi domestik 2022 tumbuh lebih tinggi menjadi 4,7 persen-5,5 persen.

Adapun, Perry menambahkan, arah kebijakan moneter bank sentral akan pro stabilitas. Sementara untuk kebijakan di sektor makroprudensial, sistem pembayaran, pendalaman pasar uang serta ekonomi keuangan inklusif dan hijau tetap didorong untuk tumbuh. 

 

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile