Tuesday, 12 Jumadil Awwal 1444 / 06 December 2022

Tuesday, 12 Jumadil Awwal 1444 / 06 December 2022

12 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Kasus Covid-19 Naik, Bupati Purwakarta Minta Warga tak Panik

Jumat 11 Feb 2022 11:04 WIB

Red: Ani Nursalikah

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika. Kasus Covid-19 Naik, Bupati Purwakarta Minta Warga tak Panik

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika. Kasus Covid-19 Naik, Bupati Purwakarta Minta Warga tak Panik

Foto: Istimewa
Saat ini terdapat 600 pasien positif Covid-19 di Purwakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA -- Bupati Purwakarta, Jawa Barat Anne Ratna Mustika mengimbau masyarakat tidak panik menyusul terus meningkatnya kasus positif Covid-19.

"Saat ini kasus positif Covid-19 cukup tinggi di Purwakarta. Jumlahnya hampir mencapai 600 orang," kata Anne di sela rakor penanganan Covid-19, Jumat (11/2/2022).

Baca Juga

Ia mengimbau masyarakat tidak panik, tapi tetap waspada atas kondisi meningkatnya kasus positif Covid-19. Ia berharap masyarakat lebih mematuhi protokol kesehatan (prokes), sebagai bentuk dari upaya pencegahan.

Dia mengatakan ketersediaan ranjang rumah sakit untuk pasien Covid-19 kini sudah sekitar 30 persen. Dari jumlah total ranjang di 10 rumah sakit yang berjumlah 303 saat ini yang sudah terisi sekitar 133 ranjang.

"Jika melihat data hari ini, banyak yang isolasi mandiri (isoman) dengan gejala ringan, artinya Omicron ini gejalanya lebih ringan dibandingkan dengan varian delta," kata Anne.

Sementara untuk penanggulangan dan penanganan Covid-19, Pemkab Purwakarta bersama unsur Forkopimda akan mengoptimalkan sosialisasi atau melakukan pengawasan berkaitan dengan penerapan disiplin prokes. Ia menyampaikan saat ini belum memastikan apakah Purwakarta sudah ada yang terkonfirmasi Omicron atau belum karena Pemkab Purwakarta belum memiliki fasilitas atau alatnya.

"Kita belum punya alat untuk mendeteksi apakah ini varian Omicron atau varian Delta," katanya.

Namun, secara prinsip kalau orang sudah kena satu varian, varian yang lain tidak akan masuk. "Dilihat perkembangannya jelas adalah varian Omicron, dan kalau melihat gejala klinis yang terjadi dari kasus aktif yang sekarang itu banyak yang gejala ringan. Saya menyimpulkan walaupun secara laboratorium belum dikemukakan, saya yakin ini sepertinya banyaknya adalah Omicron karena melihat gejalanya ringan," kata dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile