Sabtu 12 Mar 2022 07:55 WIB

Jalur Ganda Bogor-Paledang Masuki Tahap Pengujian Prasarana

Kegiatan pengujian prasarana berlangsung pada 8 Maret hingga 11 Maret 2022.

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Didi Purwadi
Foto udara proyek rel kereta ganda di Cigombong, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (27/10/2021). Kementerian Perhubungan menyatakan, progres secara keseluruhan pembangunan jalur rel ganda Sukabumi-Bogor segmen Stasiun Paledang - Stasiun Cicurug telah mencapai 90,47 persen serta ditargetkan dapat rampung pada 2022 mendatang.
Foto: Antara/Raisan Al Farisi
Foto udara proyek rel kereta ganda di Cigombong, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (27/10/2021). Kementerian Perhubungan menyatakan, progres secara keseluruhan pembangunan jalur rel ganda Sukabumi-Bogor segmen Stasiun Paledang - Stasiun Cicurug telah mencapai 90,47 persen serta ditargetkan dapat rampung pada 2022 mendatang.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Pembangunan double track atau jalur ganda kereta api Bogor-Sukabumi segmen Paledang-Cicurug tengah memasuki tahap pengujian prasarana. Kegiatan tersebut berlangsung pada 8 Maret hingga 11 Maret 2022.

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas 1 Wilayah Jawa Bagian Barat (BTP Jabar), Erni Basri, mengatakan uji prasarana ini dilakukan bersama Balai Pengujian Perkeretaapian dan Direktorat Prasarana Perkeretaapian, DJKA. Pengujian ini harus dilakukan sebelum jalur kereta dioperasikan.

“Untuk itu saat ini kita tengah memasuki tahapan pengujian prasarana yaitu pengujian untuk jalur dan bangunan, hal ini dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna kereta api,” kata Erni dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/3).

Lebih lanjut, Erni menuturkan, rencana pengoperasian KA Pangrango masih disiapkan oleh Operator (PT. KAI). Diperkirakan pada 28 Maret mendatang KA Pangrango bisa mulai beroperasi untuk single track terlebih dahulu.

Setelahnya akan disusul pengoperasian jalur ganda pada akhir April 2022. “Kita berharap jalur Bogor - Sukabumi sudah dapat beroperasi kembali sehingga dapat melayani penumpang dari Bogor ke Sukabumi. Mohon doa semoga berbagai rangkaian kegiatan untuk persiapan pengoperasian dapat berjalan lancar,” imbuhnya.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْ حَاۤجَّ اِبْرٰهٖمَ فِيْ رَبِّهٖٓ اَنْ اٰتٰىهُ اللّٰهُ الْمُلْكَ ۘ اِذْ قَالَ اِبْرٰهٖمُ رَبِّيَ الَّذِيْ يُحْيٖ وَيُمِيْتُۙ قَالَ اَنَا۠ اُحْيٖ وَاُمِيْتُ ۗ قَالَ اِبْرٰهٖمُ فَاِنَّ اللّٰهَ يَأْتِيْ بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ فَبُهِتَ الَّذِيْ كَفَرَ ۗوَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَۚ
Tidakkah kamu memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim mengenai Tuhannya, karena Allah telah memberinya kerajaan (kekuasaan). Ketika Ibrahim berkata, “Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan,” dia berkata, “Aku pun dapat menghidupkan dan mematikan.” Ibrahim berkata, “Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah ia dari barat.” Maka bingunglah orang yang kafir itu. Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim.

(QS. Al-Baqarah ayat 258)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement