Saturday, 3 Zulhijjah 1443 / 02 July 2022

Saturday, 3 Zulhijjah 1443 / 02 July 2022

3 Zulhijjah 1443
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

UPI Buat Becool, Solusi Atasi Pemanasan Global

Sabtu 21 May 2022 07:55 WIB

Rep: Arie Lukihardianti / Red: Agus Yulianto

Becool inovasi dan teknologi atap reflektif surya untuk mengantisipasi pemanasan global.

Becool inovasi dan teknologi atap reflektif surya untuk mengantisipasi pemanasan global.

Foto: Istimewa
Tren pemanasan berlanjut dan suhu global pada tahun 2021 = 0,85 derajat Celcius.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Tim Cool Roof Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan mitra Internasional telah mengeluarkan produk yang diberi label beCool yang berarti menjadi dingin. Produk di bawah lisensi Milenium Solution, USA ini, diproduksi dilab Sains, Teknologi, dan Material Bangunan UPI dan telah didaftarkan di direktorat jendral kekayaan intelektual dan bersitifikat coolroof rating council (CRRC). 

Menurut Asisten Profesor pada Program Studi Arsitektur Fakultas Teknologi dan Kejurusan (FPTK) UPI yang sekaligus manajer proyek Cool Roofs Indonesia Dr Eng Beta Paramita, beCool sebagai solusi dalam mengatasi pemanasan global sebagai dampak dari kepadatan bangunan terutama pada kota-kota besar dan menimbulkan fenomena Urban Heat Island (UHI). 

Menurutnya, tren pemanasan berlanjut dan suhu global pada tahun 2021 = 0,85 derajat Celcius di atas rata-rata sejak pencatatan modern dimulai pada tahun 1880. Fenomena ini ditandai dengan semakin meningkatnya suhu kawasan pusat kota dibandingkan dengan kawasan di sekitarnya. 

"Kepadatan bangunan, gelombang pendek radiasi matahari yang terpantul pada material-material penutup kota menyebabkan panas yang terperangkap dan menimbulkan peningkatan iklim mikro kawasan," ujar Beta dalam siaran persnya, Sabtu (21/5).

beCool ini, kata dia, berwarna putih yang memiliki spesifikasi SRI 106, solar reflectance 0,84, thermal emittance 0,90, sehingga mampu menghemat biaya listrik 5-6 persen dari total pemakaian per bulan. Waktu pengeringannya cukup cepat + 30 menit. Ketahanan kualitas produk sampai dengan 3 tahun tergantung tingkat kelembapan dan polusi udara pada masing-masing lokasi dan produk ini memiliki kelebihan berbahan dasar air dan waterproof. 

Dr Eng Beta Paramita menjelaskan, bahwa beCool menghadirkan solusi bagi masyarakat Indonesia dengan mitra institusional, akademik, dan komunitas untuk mengatasi tantangan ini. Serta, mencapai target dan membuat cool roofs lebih terjangkau dan dapat diakses ke banyak daerah pedesaan dan terbelakang di Indonesia.

"Kami mengembangkan sumber daya tambahan untuk membawa manfaat cool roof ke lebih banyak pemakai di Indonesia dan berharap pembelajaran kami membantu meningkatkan penggunaan solusi pendingin ini di seluruh dunia," katanya.

Becool, kata dia, merupakan bagian dari projek Cool Roof Universitas Pendidikan Indonesia dalam projek global, Million Cool Roofs Challenge (MCR). Million Cool Roofs Challenge (MCR)  merupakan sebuah tantangan global untuk mempercepat akses ke pendinginan yang terjangkau dan berkelanjutan melalui penyebaran cepat pelapis cool roofs atau atap reflektif surya. 

Sementara Menurut Noah Horowitz, selaku Direktur Clean Cooling Collaborative, kurangnya akses ke pendinginan sangat mematikan dan menjadi masalah bagi lebih dari satu miliar orang di seluruh dunia.

"Kami perlu memenuhi permintaan pendinginan yang meningkat dengan solusi yang lebih ramah iklim dan adil. The Million Cool Roof Challenge menawarkan potensi global untuk memperluas skala penyebaran atap reflektif surya yang membuat bangunan lebih nyaman bagi penghuninya dan mengurangi timbulnya tekanan panas," paparnya.

The Million Cool Roofs Challenge diluncurkan pada tahun 2019 sebagai proyek dari Clean Cooling Collaborative bekerja sama dengan Global Cool Cities Alliance, Sustainable Energy for All (SEforALL), dan Nesta Challenges. Million Cool Roofs Challenge memberikan hibah $125.000 kepada 10 tim finalis yang berbasis di Afrika Selatan, Bangladesh, Cote D'Ivoire, Filipina, Indonesia, Kenya, Meksiko, Niger, Rwanda, dan Senegal. 

Kompetisi global untuk skala penggunaan cool roofs di negara berkembang tersebut secara resmi mengumumkan bahwa Indonesia yang diwakilkan oleh Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sebagai pemenang dari Million Cool Roofs Challenge untuk mendemonstrasikan model terbaik yang berkelanjutan melalui inovasi dan teknologi atap reflektif surya. UPI kemudian berhak atas hadiah senilai $750.000 atau setara Rp 11 milar untuk memperluas penerapan cool roofs di Indonesia.

Produk Becool UPI, kata dia, dikembangkan dengan bekerja sama dengan University of Florida, dan Milenium Solutions, USA. Tim Cool Roof Universitas Pendidikan Indonesia dalam kegiatan MCR telah mengaplikasikan cool roofs pada delapan provinsi, lima belas kota di Indonesia yang dirasakan manfaatnya oleh lebih dari 10.000 pengguna bangunan. 

Saat ini, menurut Beta, tercatat bangunan pabrik, sekolah, rumah MBR, kantor pemerintah, masjid, sarana OR serta kompleks pesantren dan yatim piatu telah menjadi pilot project dalam pelaksanaan MCR. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile