Monday, 17 Muharram 1444 / 15 August 2022

Monday, 17 Muharram 1444 / 15 August 2022

17 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Antara Doa dan Ketentuan Allah

Kamis 09 Jun 2022 07:15 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Muhammad Hafil

 Antara Doa dan Ketentuan Allah. Foto:  Berdoa (Ilustrasi)

Antara Doa dan Ketentuan Allah. Foto: Berdoa (Ilustrasi)

Foto: Republika/Thoudy Badai
Doa tidak bertentangan dengan qadha.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Terdapat hubungan di antara doa dan ketentuan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Berdoa dengan memohon hanya kepada Allah Ta'ala harus tetap dijalankan oleh seorang muslim.

Dikutip dari buku Jangan Takut Hadapi Hidup karya Dr Aidh Abdullah Al-Qarny, Seorang hamba berkata, 'Bagaimana mungkin aku berdoa sementara semua urusanku telah ditentukan sebelumnya?'

Baca Juga

Doa tidak bertentangan dengan qadha. Seseorang berdoa karena Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menentukan bahwa dia akan terhindar dari suatu hal karena berdoa. Atau, Allah Subhanahu wa Ta'ala menentukan hal tersebut dan juga menentukan bahwa dia akan berdoa. Maka, Allah Subhanahu wa Ta'ala akan menghilangkan hal tersebut darinya. 

Misalnya, Allah Subhanahu wa Ta'ala menakdirkan anakmu tidak lulus. Dia juga menakdirkan bahwa kamu berdoa agar anakmu lulus. Oleh karenanya, Allah Subhanahu wa Ta'ala meluluskan anakmu. Atau kamu akan berkata, 'Bagaimana mungkin aku akan berdoa untuk anakku agar ia lulus sementara ia telah ditakdiran tidak lulus. Kan tidak ada gunanya? '

Maka berdoalah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala karena Dia telah menakdirkan bahwa kamu berdoa kepada-Nya lalu anakmu lulus. Rasulullah ﷺ telah bersabda,  

إن القضاء والدعاء يعتلجان بين السماء والأرض 

“Sesungguhnya qadha dan doa saling berbenturan antara langit dan bumi.” (HR Hakim)

Doa ingin mengubah qadha, sementara qadha ingin turun pada doa. Maka Allah Subhanahu wa Ta'ala kemudian memenangkan doa di atas qadha. 

Jadi, seseorang harus berdoa. Jangan pernah merasa putus asa terhadap rahmat Allah Subhanahu wa Ta'ala. Perbanyaklah doa karena ia tidak bertentangan dengan qadha. Akan tetapi, qadha bisa dirubah dengan qadha yang lain. Atau, qadha bisa diperingan dan bisa berupa pahala atau balasan. 

Akhirnya, Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala, panjatkanlah doa, 

رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Al-Baqarah ayat 201) 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile