Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

18 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Telkom Koordinasi dengan Penegak Hukum Perbesar Potensi Sinergi dengan Startup

Jumat 10 Jun 2022 20:13 WIB

Red: Gita Amanda

Telkom

Telkom

Foto: Telkom Indonesia
Upaya untuk bersinergi dengan perusahaan rintisan saat ini menimbulkan risiko

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- PT Telkom Indonesia (Persero) memastikan akan terus berkoordinasi dengan para penegak hukum untuk memperbesar potensi sinergi dengan berbagai perusahaan rintisan (startup).

"Kita juga mengundang KPK, Kejaksaan, Polri untuk berdiskusi seperti ini," kata Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah dalam diskusi di Sleman, Yogyakarta, Jumat (11//6/2022).

Baca Juga

Ia mengakui upaya untuk bersinergi dengan perusahaan rintisan saat ini menimbulkan risiko mengingat sebagian besar startup tidak mempunyai aset tetap dan belum berpotensi untuk mengincar laba. Namun, Ririek menegaskan kebijakan investasi ini dilakukan dengan proses standar bisnis yang tepat serta sesuai dengan tata kelola yang tidak melanggar peraturan hukum berlaku.

Ia optimistis sinergi tersebut bisa menghasilkan dampak yang positif kedepannya mengingat bisnis di sektor telekomunikasi berkembang pesat, seiring dengan ekosistem pengguna layanan digital di Indonesia yang meningkat tajam. "Bisnis telekomunikasi kalau hanya diam saja pasti mati. Kalau bergerak, belum tentu berhasil, tetapi ada harapan untuk berhasil," katanya.

Ia juga memastikan kemungkinan adanya kolaborasi lanjutan dengan perusahaan rintisan lainnya, terutama yang mempunyai bidang usaha serupa seperti BUMN telekomunikasi ini. "Kita hanya mengejar uang riil, kalau valuasi naik dan sinergi bagus itu menghasilkan, itu bonus. Tetapi seharusnya sinergi jangan hanya di atas kertas saja," katanya.

Sebelumnya, terdapat sejumlah kritikan terkait investasi grup Telkom melalui PT Telkomsel di saham PT Gojek Tokopedia Tbk (GoTo), mengingat perusahaan rintisan mengandalkan valuasi yang tidak riil untuk bertumbuh. Meski demikian, sejumlah analis menilai masuknya Telkomsel di GoTo merupakan investasi strategis yang tidak ditujukan untuk kepentingan jangka pendek, terutama ketika terjadi fluktuasi pada harga saham.

Selain itu, analis juga mengingatkan bahwa investasi di saham teknologi tidak bisa dilakukan sesaat, karena bisnis teknologi memiliki potensi, karakter dan perilaku investor yang berbeda dengan bisnis kebanyakan.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile