Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

13 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Bangkai Kapal Sisa Perang Dunia II Ditemukan di Dasar Laut Filipina

Selasa 28 Jun 2022 11:06 WIB

Rep: mgrol136/ Red: Dwi Murdaningsih

Bangkai kapal sisa perang dunia kedua milik Amerika, Sammy B.

Bangkai kapal sisa perang dunia kedua milik Amerika, Sammy B.

Foto: Caladan oceanik
Bangkai ditemykan di kedalaman 6.985 meter.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penjelajah menemukan bangkai kapal sisa angkatan laut Perang Dunia II di Filipina, Rabu (22/6/2022). Pada kedalaman 6.985 meter, bangkai kapal USS Destroyer Escort Samuel B. Roberts, yang sering dikenal sebagai "Sammy B", ditemukan pada hari Rabu dalam keadaan retak menjadi dua bagian. 

Temuan bangkai kapal terdalam ini membuatnya lebih dalam 426 meter dari USS Johnston, bangkai kapal terdalam sebelumnya. Bangkai ini juga ditemukan oleh penjelajah Amerika Victor Vescovo, pendiri Ekspedisi Kelautan Caladan yang berbasis di Dallas, tahun lalu di Laut Filipina. Bersama dengan Ekspedisi EYOS yang berbasis di Inggris, ia mengumumkan penemuan terbaru.

Baca Juga

"Merupakan kehormatan luar biasa untuk menemukan kapal yang sangat terkenal ini. Dengan melakukan itu memiliki kesempatan untuk menceritakan kembali kisah kepahlawanan dan tugasnya kepada mereka yang mungkin tidak tahu tentang kapal dan pengorbanan krunya," kata Vescovo, mantan komandan Angkatan Laut, dilansir dari Phys

Sammy B. ambil bagian dalam Pertempuran Samar, pertempuran terakhir Teluk Leyte pada Oktober 1944. Ketika itu, Angkatan Laut Kekaisaran Jepang kehilangan sebagian besar kapal dan gagal mengusir pasukan Amerika dari Leyte, yang sebelumnya telah mereka invasi sebagai bagian dari pembebasan Filipina.

Catatan mengklaim bahwa kapal perusak tersebut menggunakan torpedo untuk melumpuhkan kapal penjelajah berat Jepang dan secara serius merusak kapal lainnya. Kapal itu diserang oleh kapal perang terkemuka Yamato dan rusak parah setelah menggunakan hampir semua amunisinya. Dari 224 awak, kapten, Lt. Cmdr. Robert W. Copeland, termasuk di antara 120 awak yang diselamatkan. 

Pencarian membutuhkan penggunaan sonar pemindaian samping terdalam yang pernah dipasang dan digunakan pada kapal selam, jauh melampaui batasan komersial tipikal 6.000 meter. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile