Rabu 13 Jul 2022 22:25 WIB

PMK di Kalsel Terkendali, Pelaksanaan Idul Adha Aman dan Lancar

Kalsel termasuk dalam 7 provinsi yang ditargetkan nol kasus dalam minggu ini.

Red: Hiru Muhammad
Tampak rapat koordinasi Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Selasa (12/7/2022)
Foto: a
Tampak rapat koordinasi Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Selasa (12/7/2022)

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARBARU--kondisi situasi kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kalsel kini sudah terkendali. “Kondisi situasi kasus PMK di Kalsel sudah terkendali, bahkan untuk Kab. HSU sudah nol kasus dan sudah dinyatakan negatif PCR dari laboratorium Balai Veteriner Banjarbaru,  Kabupaten Tabalong juga sudah tidak ditemukan lagi kasus PMK di lapangan,” kata sekretaris Daerah Prov Kalsel, Ir. Roy Rizali Anwar, MT.  melalui sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten Pemerintahan dan Kesra, Ir. H. Nurul Fajar Desira, CES, pada rapat koordinasi Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Selasa (12/7/2022) seperti dikutip laman resmi Pemprov Kalsel.

Terkait pelaksanaan pemotongan hewan qurban pada hari raya Idul Adha 1443 H/2022M, berjalan dengan lancar, dan masyarakat dapat melakukan pemotongan hewan qurban dengan aman. Pemotongan mendapat pengawasan  tim pemeriksa kesehatan hewan qurban provinsi maupun kabupaten/kota.

Baca Juga

“Alhamdulilah, pelaksanaan pemotongan hewan qurban pada hari raya Idul Adha 1443 H/2022M telah berjalan lancar dan masyarakat dapat melakukan pemotongan hewan qurban dengan aman dengan pengawasan oleh tim pemeriksa kesehatan hewan qurban provinsi maupun kabupaten/kota,” katanya.

Dengan terkendali kasus PMK sebut Sekda, Kalsel masuk dalam 7 provinsi yang ditargetkan nol kasus dalam minggu ini, sehingga Kalsel bisa menjadi zona hijau.“Tentunya diperlukan langkah cepat dan tepat, serta dukungan dari berbagai pihak yang tergabung dalam satgas penanganan PMK untuk mewujudkan kondisi tersebut,” harap Sekda.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan, drh. Suparmi, dalam paparannya menyampaikan, untuk mencapai target zona hijau diperlukan langkah cepat sesuai arahan Gubernur Kalimantan Selatan H. Sahbirin Noor seperti penguatan surveilans untuk pastikan tidak ada penambahan kasus baru di lapangan.

Kemudian melakukan pembatasan dan pengetatan lalu lintas hewan, melakukan pengobatan dan pemberian vitamin. Serta terakhir melakukan desinfeksi masal dilokasi peternakan, kandang penampungan, rumah potong hewan, pasar hewan dan sarana transpotasi pengangkut.

Capaian realisasi vaksinasi PMK di Kalimantan Selatan, jelas Suparmi sampai dengan tanggal 30 Juni 2022 mencapai 4.717 ekor ternak atau 112,31  persen dari target 4.200 dosis ruminansia besar. “Alhamdulilah. Pelaksanaan pemotongan hewan qurban semua terkendali dan dibanding tahun lalu, realisasi pemotongan hewan qurban tahun lalu sebanyak 10.072 ekor, tahun ini sebanyak ketersediaan hewan qurban sebanyak 14.499 ekor dan perkiraan kebutuhan sebanyak 12.212 ekor,” jelas Suparmi.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement