Wednesday, 9 Rabiul Awwal 1444 / 05 October 2022

Wednesday, 9 Rabiul Awwal 1444 / 05 October 2022

 

9 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Buka Ajang Pesona I PTKN, Menag: Olah Raga dan Seni Berkorelasi dengan Tuhan

Rabu 10 Aug 2022 10:58 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah

Menag Yaqut Cholil Qaumas didampingi Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Rektor UIN Bandung, dan jajaran pejabat Kemenag membuka secara resmi Pekan Seni dan Olah Raga I PTKN

Menag Yaqut Cholil Qaumas didampingi Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Rektor UIN Bandung, dan jajaran pejabat Kemenag membuka secara resmi Pekan Seni dan Olah Raga I PTKN

Foto: Dok Istimewa
Menag membuka secara resmi Pekan Seni dan Olah Raga I PTKN

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Ditjen Pendidikan Islam  untuk pertama kalinya menggelar Pekan Seni dan Olah Raga Nasional (Pesona) I Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) Tahun 2022 di UIN Sunan Gunung Djati Bandung.  

 

PESONA PTKN I dilaksanakan pada 30 Juni-16 Juli 2022 lalu dan luring dilaksanakan pada 8-13 Agustus 2022, yang diikuti oleh 62 PTKN dengan jumlah keseluruhan kontingen sebanyak 3.455 peserta. Jumlah cabang yang akan diperlombakan dan dipertandingkan sebanyak 22 cabang yang terdiri 12 bidang seni dan 10 pertandingan olah raga. 

Baca Juga

Grand Opening Ceremony PESONA PTKN I dilaksanakan di Kampus 2 UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan dibuka langsung Menteri Agama Republik Indonesia Yaqut Cholil Qoumas dan dihadiri Gubernur, Kapolda Jawa Barat, dan Pimpinan PTKN se-Indonesia. 

Dalam sambutannya, Menag Yaqut Cholil Qoumas mengatakan pelaksanaan oleh Kementerian Agama RI berupa pertandingan olah raga dan seni memberi pesan penting bahwa olah raga dan kesenian memiliki hubungan penting dengan nilai-nilai spiritual termasuk meningkatkan keimanan kepada Tuhan.  

"Misal, pemain sepakbola setelah berhasil melesakkan gol ke gawang, melakukan selebrasi kalau tidak sujud syukur ya memalangkan tangannya membentuk salib atau menadahkan tangannya ke langit," terang Menag. 

Selain itu, lanjut Menag olah raga adalah pertandingan prestasi, siapa yang paling ulet dan rajin berlatih, siapa yang menguasai permainan atau olah raga yang diperlombakan hampir dipastikan akan menjadi pemenang.  

"Lihat para atlet kita, meskipun mereka mengetahui kemampuan mereka dalam suatu bidang olahraga, tetap seorang atlet mejelang pertandingan tetap berdoa terlebih dahulu, mereka belum yakin memenangkan pertandingan kalau belum berdoa. Ini artinya apa? antara agama, olah raga, seni, dan tuhan itu tidak dapat dipisahkan. Apalagi kita tahu, bahwa Allah SWT mencintai keindahan. Dan seni adalah suatu keindahan," ujarnya. 

Menag Yaqut juga berpesan agar kegiatan seperti PESONA tersebut tidak putus cukup sekali tapi harus terus berlanjut dilaksanakan rutin sebagai sarana dan media kebersamaan secara khusus insan akademis perguruan tinggi keagamaan dan umumnya antarseluruh elemen bangsa. 

"Kegiatan seperti ini jangan sampai putus, harus terus berlanjut, apalagi sudah ada piala bergilir Kementerian Agama. Jangan sampai tidak berlanjut dikarenakan pergantian pejabat atau pengambil kebijakan. Saya mohon kegiatan ini dilajutkan terus, karena ini penting," tegas Menteri Agama. 

Sementara itu, ditempat yang sama Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Muhammad Ali Ramdhani,  mengajak peserta menjadikan PESONA PTKN I sebagai ajang pertunjukan nilai-nilai keagamaan dan unsur-unsur budaya lokal yang mampu menjadi asas fundamental untuk membangun moralitas kejujuran dan sportivitas dalama berkompetisi. 

Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof Mahmud, berharap kegiatan PESONA I dapat menjadi momentum PTKN dalam membangun kebersamaan menjaga dan memperkuat nasionalisme. "PTKN dapat tampil mempesona dalam konteks menjaga NKRI yang kita cintai,” katanya. 

Sebagai informasi, dalam kegiatan pembukaan PESONA I PTKN tersebut juga dilaksanakan launching grand design Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Tahun 2020-2045 oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis). 

"Grand Design ini sebagai peta jalan para pengambil kebijakan dan praktisi pendidikan tinggi keagamaan Islam dalam menyusun kerangka kebijakan dan pengembangan Pendidikan Tinggi yang berdaya saing nasional dan global," ungkap Direktur Diktis, Amien Suyitno.   

 

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile