Selasa 16 Aug 2022 16:59 WIB

Perseteruan Tuchel dan Conte Dinilai Sebuah Hiburan Liga Inggris

Tensi pertandingan lebih panas di pinggir lapangan.

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Muhammad Akbar
...
Foto: AP/Ian Walton
Pelatih kepala Chelsea Thomas Tuchel berdebat dengan pelatih kepala Tottenham Antonio Conte selama pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Chelsea dan Tottenham Hotspur di Stadion Stamford Bridge di London, Ahad, 14 Agustus 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Perseteruan antara pelatih Chelsea Thomas Tuchel dan pelatih Tottenham Hotspur Antonio Conte dalam pertandingan derbi London antara Chelsea melawan Tottenham pada pekan kedua Liga Inggris musim 2022/2023 menjadi topik hangat.

Tensi pertandingan lebih panas di pinggir lapangan hingga akhirnya mereka diganjar kartu merah usai laga.

Sebuah artikel di Dailymail oleh Chris Sutton menulis tentang perseteruan kedua pelatih papan atas itu. Sutton mempunya banyak pengalaman bagaimana seorang pelatih melatih sebuah tim.

Ada beberapa pertanyaan yang hingga kini belum terjawab seperti bisisan Ally McCoist ke telingan Neil Lennon setelah Rangers kalah dari Celtic pada 2011 sebelum polisi memisahkan mereka.

Sutton tak membayangkan kejadian itu bukan bisikan yang manis atau undagan menggelar pesta bersama. Ia menduga emosi kemarahan ada di laga tersebut. Dan itu mungkin membuat senang pendukungnya karena menunjukkan pelatih mereka punya kemamuan lebih memenangkan pertandingan.

Antonio Conte dinilai salah satu pelatih dengan keinginan menang yang tinggi. Sutton menyebut Conte memiliki gaya melatih touchline yang energik namun juga kacau. Roy Hodgson selalu tenan bersama Blacburn. Berbeda dengan Conte yang selalu berapi-api.

Reaksi Conte atas gol tim yang merayakannya menuju bangku cadangan Chelsea menyulut amarah Tuchel. Tapi, kata Sutton itu adalah keindahan yang ada di Stamford Bridge. Semuanya ada dalam jarak yang sangat dekat.

Tuchel kemudian menanggapinya dengan berlari melewati Conte ketika The Blues mencetak gol. Puncaknya saat pelatih asal Jerman itu menolak melepas tangan Conte saat pertandingan berakhir. Sutton yakin penggemar tak bosa menyaksikan pertandingan tersebut.

“Itu murni hiburan Liga Premier — berpotensi menjadi pertandingan terbaik musim 2022-23 dan kami baru berada di bulan Agustus,” tulis Sutton.

Menurut Sutton, garis di bangku cadangan sudah ada garis pembatasn dan selebrasi kedua pelatih itu mungkin bukan contoh terbaik. Sehingga Sutton tak mendorong pelatih muda melakukan hal yang sama.

Namun semua terpesona dengan apa yang diperlihatkan oleh Tuchel dan Conte karena kedua orang itu sama-sama temperamen yang relatif jarang disaksikan di papan atas Liga Inggris kecuali naman Jose Mourinho.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement