Tanda Hitam di Jidat Bukan Bekas Sujud yang Dimaksud Alquran, Ini Penjelasan Imam Qurthubi

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Nashih Nashrullah

 Kamis 18 Aug 2022 15:42 WIB

Bersujud (ilustrasi). Bekas sujud yang dimaksudkan Alquran diperlihatkannya kelak di akhirat Foto: Reuters Bersujud (ilustrasi). Bekas sujud yang dimaksudkan Alquran diperlihatkannya kelak di akhirat

Bekas sujud yang dimaksudkan Alquran diperlihatkannya kelak di akhirat

 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sebagian Muslim mungkin beranggapan bahwa di antara ciri Muslim yang gemar melaksanakan sholat adalah tanda yang tampak pada wajah. 

Namun, anggapan ini keliru dan hanya merupakan tafsir terhadap Surat Al-Fath ayat 29. Allah SWT berfirman: 

Baca Juga

تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا ۖ سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ

"...Kamu melihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya. Pada wajah mereka tampak tanda-tanda bekas sujud..." (QS Al Fath ayat 29)

Tafsir dari ayat tersebut bisa berarti kemuliaan atau cahaya yang diberikan Allah SWT kepada orang-orang yang beriman dalam sujudnya. Atau kepada orang-orang yang lelah karena banyak beribadah. 

Sebagian ulama menafsirkan 'tanda' yang terdapat dalam ayat tersebut, sebagai tanda sholat bagi Muslim yang gemar melaksanakannya. 

Imam Al Qurthubi, dalam tafsirnya terhadap ayat tersebut, berpendapat bahwa yang dimaksud tanda bekas sujud adalah tanda tahajud di malam hari dan terjaganya seorang Muslim di waktu malam. 

Imam Al Qurthubi juga mengutip sejumlah riwayat dan pendapat dalam kitab tafsirnya. Dalam Sunan Ibnu Majah, dari Jabir, Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang banyak sholat, wajahnya terlihat baik di siang hari."

Ibnu Wahab meriwayatkan dari Imam Malik, bahwa tanda pada wajah mereka adalah tanda sujud. Tanda ini berkaitan dengan dahi yang menyentuh tanah saat melakukan sujud. Riwayat ini juga dikatakan oleh Said bin Jubair. 

Imam Al Qurthubi juga mengutip hadits shahih, yang di dalamnya dikatakan bahwa Nabi SAW sholat di pagi hari di hari ke-21 Ramadhan. 

Saat itu masjid sedang bocor dan beliau sedang berteduh di sebuah tandu, lalu saat Nabi SAW selesai sholatnya, nampak terlihat pada keningnya dan hidungnya ada bekas air dan tanah. 

Masih dalam tafsir Al Qurthubi, dia mengutip hadits sahih yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA. Dalam hadits dikatakan: 

حتى إذا فرغ الله من القضاء بين العباد وأراد أن يخرج برحمته من أراد من أهل النار ، أمر الملائكة أن يخرجوا من النار من كان لا يشرك بالله شيئا ممن أراد الله أن يرحمه، ممن يقول لا إله إلا الله، فيعرفونهم في النار بأثر السجود تأكل النار ابن آدم إلا أثر السجود حرم الله على النار أن تأكل أثر السجود

"Ketika Allah SWT selesai menghukum hamba-Nya, dan berkehendak mengeluarkan sebagian ahli neraka dengan rahmat-Nya, maka Allah memerintahkan malaikat untuk mengusir orang-orang yang tidak menyekutukan Allah dari dalam neraka. Orang yang dikehendaki Allah mendapat rahmat-Nya itu adalah orang-orang yang mengucapkan "Lailahaillallah". Malaikat dapat mengenali mereka di dalam neraka karena adanya tanda dari bekas sujud. Api neraka membakar anak Adam, kecuali bekas sujud, Allah mengharamkan kepada api neraka untuk membakar bekas sujud itu." 

Sedangkan Al-Hasan menyampaikan, "Itu adalah warna putih yang ada di wajah kelak pada Hari Kiamat." Shahr bin Hawshab mengatakan, tanda sujud di wajah seperti bulan di malam bulan purnama. 

Sufyan al-Tsauri juga menjelaskan, mereka melaksanakan sholat di malam hari dan ketika mereka bangun, tandanya tampak di wajah. 

Sementara Atha al Khurasani menyampaikan, setiap Muslim yang menjaga sholat lima waktu termasuk dalam ayat tersebut. 

Syammar bin Atia menuturkan, tanda dalam ayat itu ialah pucatnya wajah setelah melaksanakan sholat malam. Demikian halnya perkataan Ad-Dhohak, bahwa tanda itu bukan luka di wajah melainkan pucat.

 

Sumber: islamonline  

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id