Friday, 8 Jumadil Awwal 1444 / 02 December 2022

Friday, 8 Jumadil Awwal 1444 / 02 December 2022

8 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Sebanyak 2.347 Ekor Hewan Ternak di Riau Sembuh dari PMK

Ahad 28 Aug 2022 20:14 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Agus raharjo

Petugas dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung menyuntikkan vaksin penyakit mulut kuku (PMK) tahap kedua ke hewan ternak sapi di Jalan Raden Ganda, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Senin (1/8/2022). (Ilustrasi)

Petugas dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung menyuntikkan vaksin penyakit mulut kuku (PMK) tahap kedua ke hewan ternak sapi di Jalan Raden Ganda, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Senin (1/8/2022). (Ilustrasi)

Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Tersisa tiga daerah lagi yang masih nihil kasus PMK di Provinsi Riau.

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU--Juru Bicara Satgas Penanganan PMK Provinsi Riau, Faralinda Sari, mengatakan jumlah hewan ternak yang berhasil sembuh dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Provinsi Riau terus bertambah. Hingga Ahad (28/8/2022) tercatat sudah ada 2.347 ekor hewan ternak di Riau yang sudah sembuh dari PMK.

Saat ini total ada 3.446 hewan ternak di Riau yang terserang PMK. Dengan adanya penambahan kasus sapi PMK yang sudah sembuh sebanyak 2.348 tersebut maka saat ini tersisa tinggal 1.056 ekor lagi yang masih dalam tahap penyembuhan.

Baca Juga

"Saat ini sudah sembuh ada 2.347 ekor hewan ternak. Jadi masih tersisa 1.056 ekos lagi yang masih dalam tahap penyembuhan," kata Fara, Ahad (28/8/2022).

Kasus PMK di Riau sudah menyebar di 9 dari 12 daerah di Riau. Artinya tersisa tiga daerah lagi yang masih nihil kasus PMK. Yakni Pekanbaru, Rohil, dan Kabupaten Kepulauan Meranti.

Faralinda yang juga merupakan Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau tersebut mengatakan bagi hewan yang masih sakit, petugas terus melakukan upaya penyembuhan.

Diantaranya adalah dengan pemberian obat serta vitamin. Sementara bagi hewan yang tidak terkena PMK, diberikan vaksin secepat mungkin agar tidak ikut tertular.

Dari sembilan daerah yang terserang PMK, Kabupaten Kuantan Singingi menjadi daerah paling banyak hewan ternak yang terserang dengan 1.037 ekor. Sedangkan Dumai masih menjadi wilayah yang paling sedikit ditemukan PMK dengan total 16 hewan ternak.

"Dumai baru ada kasus pada pekan lalu, menyusul delapan daerah yang sudah terserang duluan," ucap Fara.

Sebagai informasi Penyakit mulut dan kuku merupakan penyakit yang terjadi pada hewan ternak akibat infeksi dari virus yang bersifat akut dan sangat menular. Penyakit ini menyerang semua hewan berkuku belah/genap, seperti sapi, kerbau, babi, kambing, domba termasuk juga hewan liar seperti gajah, rusa dan sebagainya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile