Saturday, 2 Jumadil Awwal 1444 / 26 November 2022

Saturday, 2 Jumadil Awwal 1444 / 26 November 2022

2 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Jatim Percepat Vaksinasi PMK Usai Dapat Tambahan 1,2 Juta Dosis

Selasa 13 Sep 2022 08:50 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Nur Aini

Petugas Kesehatan Hewan menyuntik kerbau saat pelaksanaan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) ilustrasi

Petugas Kesehatan Hewan menyuntik kerbau saat pelaksanaan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) ilustrasi

Foto: ANTARA/Asep Fathulrahman
Jatim menargetkan 85 persen dari total vaksin tambahan terinjeksi dalam sebulan

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono mengungkapkan, pihaknya kembali mendapat tambahan 1,2 juta dosis vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) dari pemerintah pusat. Adhy menargetkan 85 persen dari total 1,2 juta dosis vaksin tambahan tersebut dapat terinjeksi dalam sebulan ke depan.

Percepatan menurutnya penting, mengingat kini sudah memasuki bulan ketiga sejak ditetapkannya status PMK sebagai wabah.

Baca Juga

"Dari pusat sudah turun 1,2 juta vaksin tambahan untuk PMK ini. Sepekan ini kita percepat. Yang biasanya 50-70 hewan per hari akan ditingkatkan. Jadi sebulan yang akan datang target sudah 85 persen dosis yang disuntikkan," ujar Adhy di Surabaya, Selasa (13/9/2022).

Adhy optimistis target tersebut tercapai. Sebab, fasilitator penanganan PMK sudah didukung 1.500 tambahan tenaga dari Babinkamtibmas dan Babinsa, serta relawan dari berbagai lapisan masyarakat. Sebelumnya pun, kata Adhy, 1 juta dosis vaksin bisa didistribusikan sampai 92 persen dalam waktu singkat.

"Ini pastinya berkat tim yang kuat dari Kodam V/ Brawijaya dan Polda Jatim juga relawan. Karena kalau hanya mengandalkan dokter hewan saja tentu tidak bisa," ujarnya.

Adhy menerangkan, selain vaksin, Pemerintah Provinsi Jatim sudah melakukan beberapa langkah konkret. Antara lain, menerapkan isolasi per kandang, menutup wilayah terjangkit, pembatasan lintasan hewan yang rawan, serta pembatasan pembukaan pasar hewan. 

"Ini juga ditambah dengan disinfektan rutin. Selain itu, saya minta untuk petugas fasilitator bisa memberikan edukasi dan sosialisasi yang akurat yang bisa menjelaskan kepada pemilik hewan bahwa pencegahan PMK harus dilakukan bersama-sama," kata Adhy. 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile