Takjil Mengandung Zat Berbahaya Ditemukan di Tulungagung

Rep: Antara/ Red: Qommarria Rostanti

Jumat 24 Mar 2023 21:41 WIB

Petugas menguji kandungan pada sampel takjil (ilustrasi). Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menemukan sejumlah makanan olahan dan takjil mengandung rhodamin B atau pewarna tekstil yang berbahaya bagi tubuh. Foto: Nyoman Hendra Wibowo/ANTARA Petugas menguji kandungan pada sampel takjil (ilustrasi). Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menemukan sejumlah makanan olahan dan takjil mengandung rhodamin B atau pewarna tekstil yang berbahaya bagi tubuh.

REPUBLIKA.CO.ID, TULUNGAGUNG -- Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menemukan sejumlah makanan olahan dan takjil mengandung rhodamin B atau pewarna tekstil yang berbahaya bagi tubuh. Fakta itu terungkap setelah tim Kefarmasian dan Perbekalan Medis Dinkes Tulungagung melakukan sidak mengambil sampel makanan dan aneka takjil di sejumlah sentra penjualan takjil di seputar Kota Tulungagung, Jumat (24/3/2023).

Hasilnya, dari total 41 sampel makanan dan minuman takjil yang diperiksa di laboratorium darurat, dua sampel makanan dan takjil dinyatakan positif mengandung rhodamin B. "Tadi kami temukan es sirup dan kerupuk yang mengandung rodhamin B," kata Kasi Kefarmasian dan Perbekalan Medis Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung Masduki di Tulungagung.

Baca Juga

Makanan dan minuman yang mengandung zat pewarna tekstil biasanya cenderung berwarna cerah dan menyolok. Zat rhodamin B merupakan salah satu jenis bahan kimia yang berbahaya jika masuk ke dalam tubuh. Bahan ini seharusnya hanya digunakan untuk pewarna barang, terutama untuk produk tekstil dan bukan untuk dicampur dengan bahan makanan.

Namun dalam praktiknya rhodamin B kerap digunakan untuk campuran bahan makanan olahan, untuk memberi efek warna yang cerah dan memberi kesan segar. Oleh Kementerian Kesehatan, pewarna ini sudah dilarang penggunaannya pada makanan sejak 1988, sebab dapat menimbulkan efek merusak kesehatan.