Sabtu 08 Feb 2025 17:25 WIB

Anggaran Sementara Diblokir, Pembangunan IKN Tetap Lanjut

Menurut Direktur OIKN, Australia akan membangun sekolah internasional di IKN.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Warga berada di lapangan upacara Istana Negara Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Sabtu (17/8/2024).
Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Warga berada di lapangan upacara Istana Negara Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Sabtu (17/8/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, SAMARINDA -- Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur terus berjalan sesuai rencana, meskipun anggaran dari pemerintah pusat untuk sementara diblokir.  Direktur Lingkungan Hidup dan Bencana Otorita IKN, Onesimus Patiung menegaskan, pemangkasan anggaran tidak akan menghambat pembangunan IKN.

"Kami tetap berjalan. Anggaran operasional kami tetap ada," ujar Onesimus di Kota Samarinda, Provinsi Kaltim, Sabtu (8/2/2025).

Baca Juga

Dia menjelaskan, pemerintah melakukan efisiensi anggaran untuk mencapai target-target prioritas. Namun, hal itutidak berarti bahwa pembangunan IKN akan terhenti. "Pekerjaan tetap jalan dengan anggaran yang minim," ucap Onesimus.

Mengenai dampak pembangunan IKN terhadap lingkungan, dia memastikan, seluruh proses Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AmdaL) berjalan dengan baik dan terus dipantau. Onesimus menegaskan, tidak ada proyek pembangunan di IKN yang tidak melalui Amdal.

"Semua pembangunan di IKN harus melalui Amdal. Kalau tidak, berarti kegiatan itu ilegal," tegasnya. Onesimus menambahkan, komitmen Presiden Prabowo Subianto terkait anggaran tahap II sejumlah Rp 48 triliun selama periode 2024-2029.

Dia juga memastikan, pembangunan tiga elemen utama IKN, yaitu eksekutif, yudikatif, dan legislatif, terus berjalan. "Pembangunan Istana Presiden dan kantor kepresidenan sudah berjalan. Sekarang, bagaimana dengan DPR, MPR, Mahkamah Agung, dan lainnya. Ini harus dilengkapi semua," kata Onesimus.

Menurut dia, anggaran APBN hanya 20 persen dari total kebutuhan pembangunan IKN. Sisanya, 80 persen berasal dari investasi. Onesimus menyebutkan beberapa investor yang sudah terlibat dalam pembangunan IKN, seperti Hermina, Mayapada, Swiss Hotel, dan Kubika. "Investasi tetap jalan. Ini bukan hanya soal APBN," ujarnya.

Onesimus berharap, semakin banyak investor yang tertarik untuk berinvestasi di IKN, sehingga pembangunan dapat berjalan lebih cepat. Dia juga menyebutkan, Australia akan membangun sekolah internasional di IKN.

"Kedutaan besar dan badan keuangan dunia juga akan datang ke IKN dalam acara Nusantara International Partnership dalam waktu dekat ini. Mudah-mudahan mereka tertarik untuk berinvestasi," ucap Onesimus.

Dia memastikan, pembangunan IKN akan terus berjalan sesuai rencana, dengan dukungan dari pemerintah, investor, dan masyarakat. Onesimus juga menegaskan komitmennya untuk menjaga lingkungan hidup di IKN. "Kami akan terus bekerja untuk mewujudkan IKN sebagai ibu kota yang modern dan berkelanjutan," kata Onesimus.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement