Jumat 28 Feb 2025 11:22 WIB

Tekan Prevalensi Penyakit Kronis, Prodia Beri Wawasan Dokter

Prevalensi diabetes di Indonesia pada 2024, diperkirakan lebih 20 juta penderita.

Roadshow seminar nasional 2025 di 11 kota bertema Breaking Barriers, Building Health: The Science of Chronic Disease.
Foto: Republika.co.id
Roadshow seminar nasional 2025 di 11 kota bertema Breaking Barriers, Building Health: The Science of Chronic Disease.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mendukung program pemerintah terkait pengelolaan penyakit kronis, Prodia menggelar Roadshow Seminar Dokter Nasional 2025 di 11 kota besar di Indonesia. Mengusung tema 'Breaking Barriers, Building Health: The Science of Chronic Disease', kegiatan tersebut bertujuan memberikan wawasan terkini kepada para klinisi mengenai manajemen penyakit kronis, khususnya hipertensi

Data menunjukkan, prevalensi hipertensi diperkirakan meningkat hingga 29 persen dari populasi dewasa global pada 2025. Hipertensi merupakan faktor risiko utama yang berkontribusi pada kerusakan organ vital, seperti otak, jantung, ginjal, retina, pembuluh darah besar (aorta), dan pembuluh darah perifer.

Sementara itu, diabetes mellitus juga menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan. Prevalensi diabetes di Indonesia pada 2024, diperkirakan memiliki lebih dari 20 juta penderita. Hal itu menjadikan Indonesia termasuk dalam lima besar dunia dengan jumlah kasus diabetes tertinggi di dunia.

Penyakit tersebut sering kali dikaitkan dengan Hipertensi, yang meningkatkan risiko stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung, dan kerusakan ginjal. "Penyakit kronis merupakan salah satu tantangan terbesar dalam dunia kesehatan saat ini," ujar Routine Product Manager Prodia, Matthew Justyn di Jakarta, Jumat (28/2/2025).

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 17 juta orang meninggal setiap tahunnya akibat penyakit jantung. Faktor gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, pola makan yang tidak seimbang, dan kurangnya aktivitas fisik, menjadi pemicu utama meningkatnya prevalensi penyakit jantung di Indonesia.

"Oleh karena itu, kami di Prodia berkomitmen untuk memberikan kontribusi dalam meningkatkan pemahaman dokter dan para tenaga medis mengenai pentingnya skrining, deteksi dini, pengelolaan, dan pemantauan penyakit kronis secara holistik," ucap Matthew. Oleh sebab itu, kata Matthew, edukasi kepada tenaga medis dan masyarakat menjadi penting dalam pencegahan dan penanganan penyakit tersebut. 

Jakarta menjadi tuan rumah pertama seminar nasional dengan menghadirkan dr. Johanes Purwoto, SpPD-KEMD, FINASIM sebagai moderator, serta Prof Sidartawan Soegondo,MD, PhD, DTM&H, FINASIM, FACE dan dr. Ida Gunawan, Ms, Sp. G.K, Subsp. K. M., FINEM sebagai pemateri. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement