Hotel UC & Wisma Kagama Resmi Jadi Shelter Covid-19

Red: Muhammad Fakhruddin

Petugas menyiapkan fasilitas untuk isolasi pasien COVID-19 saat persiapan Shelter Isolasi COVID-19 di University Club (UC) Hotel Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, D.I Yogyakarta, Rabu (14/7/2021). Saat ini UGM memfungsikan dua tempat yakni Wisma Kagama dan University Club (UC) Hotel yang memiliki kapasitas 132 bed menjadi shelter isolasi COVID-19 pasien dari RS Sardjito dan RSA UGM menyusul tingginya kasus COVID-19 di D.I Yogyakarta.
Petugas menyiapkan fasilitas untuk isolasi pasien COVID-19 saat persiapan Shelter Isolasi COVID-19 di University Club (UC) Hotel Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, D.I Yogyakarta, Rabu (14/7/2021). Saat ini UGM memfungsikan dua tempat yakni Wisma Kagama dan University Club (UC) Hotel yang memiliki kapasitas 132 bed menjadi shelter isolasi COVID-19 pasien dari RS Sardjito dan RSA UGM menyusul tingginya kasus COVID-19 di D.I Yogyakarta. | Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA -- Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Panut Mulyono meresmikan penggunaan Hotel University Club(UC) UGM dan Wisma Kagama sebagai shelter atau tempat isolasi pasien terkonfirmasi positif COVID-19, di Yogyakarta, Rabu (14/7).

Melihat kondisi rumah sakit yang sudah penuh dan banyak orang tidak mendapat layanan medis yang diperlukan, Panut Mulyono mengaku terpanggil memikirkan bagaimana agar hal seperti itu tidak terjadi. "Salah satu yang paling mungkin dilakukan adalah mengurangi beban rumah sakit dalam menampung pasien," katanya disela-sela peresmian.

Ia menjelaskan Hotel University Club menyediakan 71 kamar yang masing-masing berisi dua tempat tidur, sementara Wisma Kagama menyediakan 30 kamar dengan dua tempat tidur di setiap kamar. Di samping itu, terdapat sejumlah fasilitas lainnya seperti ruang observasi dan ruang ganti alat pelindung diri bagi tenaga medis.

Menurut Rektor pasien COVID-19 yang menjalani isolasi akan dipantau oleh dokter dan perawat yang ditempatkan di shelter tersebut. "Terima kasih atas semua pihak atas kerja sama baik ini," kata Panut Mulyono.

Direktur Pelayanan Medik dan KeperawatanRumah Sakit Akademik (RSA) UGM drAde Febrina Lestari, M.Sc. Sp. A menjelaskan bahwa pasien yang akan dirawat di shelter ini terlebih dahulu menerima pemeriksaan medis dengan datang ke rumah sakit ataupun melakukan konsultasi melalui "telemedicine". "Pasien harus sudah diperiksa, bisa di RSA atau melalui 'telemedicine' yang bisa diakses secara daring," kata dia.

Keberadaan shelter tersebut, katanya, membantu rumah sakit yang saat ini memiliki keterbatasan dalam menyediakan fasilitas untuk merawat pasien, dan diharapkan dapat mengurangi kasus pasien yang meninggal dunia karena tidak sempat mendapat pertolongan di fasilitas kesehatan. "Kita butuh sekali shelter yang bisa menampung layanan pasien," kata Ade.

 

Ia menambahkanshelter ini dikelola dengan mengikuti skema pembiayaan yang telah ditentukan pemerintah. Biaya layanan kesehatan akan diklaim ke Dinas Kesehatan Sleman sehingga pasien tidak membayar biaya perawatan ke UGM.Sebelumnya, UGM juga telah membuka sejumlah selter pasien COVID-19 di fasilitas yang dimiliki UGM, seperti Asrama Darmaputera Baciro, Wanagama, serta Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT).Dibandingkan tempat isolasi sebelumnya, katanya,shelter ini dikelola berkoordinasi dengan RSA UGM yang akan melakukan pemantauan terhadap pasien."Harapannya bentuk selter seperti ini menjadi layanan yang bisa diadopsi juga di shelter-shelter lainnya sehingga masyarakat di sekeliling kita bisa tertangani dengan baik," demikian AdeFebrinaLestari.

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


UGM Aktifkan Hotel UC dan Wisma Kagama Jadi Shelter Isolasi

UC Hotel di Yogyakarta Jadi Shelter Isolasi Covid-19

'KUHAP tidak Berorientasi pada Korban Kekerasan Seksual'

Kagama Beri Bantuan untuk Penanganan Covid-19 di Banyumas

LPPT UGM Tingkatkan Kapasitas Pemeriksaan Sampel Covid-19

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

[email protected]

Ikuti

× Image
Light Dark