Jelang Puasa, Harga Telur Ayam Negeri Naik 20 Persen

Pedagang menyiapkan stok untuk mengantisipasi belanja dengan jumlah berlebihan.

Republika/Prayogi
Pedagang memilah telur di pasar Rawamangun, Jakarta, Selasa (17/12/2024). Pedagang mengakui harga telur ayam negeri mengalami kenaikan sejak sepekan terakhir. Saat ini harga telur ditempat tersebut mencapai Rp 31.000 per kilogram. Padahal sepekan sebelumnya masih diharga Rp. 26.000 per kilogram. Menurut pedagang kemungkinan harga telur akan kembali normal setelah tahun baru. Banyak konsumen yang mengeluh akan kenaikan harga telur tersebut terutama dari kalangan ibu rumah tangga.
Red: A.Syalaby Ichsan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Harga telur ayam negeri di sejumlah pedagang Pasar Santa, Jakarta Selatan (Jaksel) naik sedikitnya 20 persen menjelang menjelang Ramadhan 1446 Hijriah/2025 Masehi.

Baca Juga


"Telur naik jadi Rp 32 ribu per kilogram (kg) dari Rp 28 ribu sebelumnya," kata salah satu pedagang di Pasar Santa, Jaksel Dwi Cahyo saat ditemui, Selasa (25/2/2025).

Dwi mengatakan, kenaikan harga dirasakannya pada awal tahun hingga menjelang Ramadhan. Kini, Dwi tengah menyiapkan stok untuk mengantisipasi adanya belanja dengan jumlah berlebihan (panic buying) oleh pembeli.

"Kalau menjelang puasa, biasanya orang belinya sekali beli untuk dua hari, langsung borong," ujar dia.

Selain itu, dia menyoroti harga cabai yang naik turun di pasaran atau berbeda dengan harga bawang yang masih normal berkisar Rp 40 ribu hingga 45 ribu per kg."Kemarin hargai cabai Rp120 ribu per kg, sekarang Rp70 ribu - 80 ribu cabe rawit, cabe keriting Rp60 ribu -80 ribu," jelasnya.

Sementara, pedagang di Pasar Cipete, Yono mengatakan biasanya satu kg telur berisi 17 butir dan menjualnya seharga Rp 2 ribu per butirnya.

"Harga masih Rp 2 ribu. Jadi, kalau dikali 17 butir jadinya Rp34 ribu totalnya," ujar Yono.

Yono berharap ke depannya Pemerintah Provinsi DKI bisa mengendalikan harga dan stok pangan menjelang Ramadhan demi mengantisipasi agar masyarakat tak belanja berlebihan (panic buying) karena hal ini bisa merugikan pedagang.

 

 

 

Kandang ayam close house milik Tabroni di Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten, bergantung pada listrik 24 jam untuk menjaga suhu kandang tetap stabil, memastikan kelangsungan hidup ayam, dan meningkatkan produksi telur. - (PLN)

Sebelumnya, Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Jakarta Selatan memantau harga dan ketersediaan bahan pokok di beberapa pasar tradisional dan swalayan di daerah itu.

Pengawasan Pangan Terpadu itu dilaksanakan di Gelael Tebet, Pasar Bukit Duri Puteran, Pasar Rumput, Superindo Tebet dengan total 47 sampel terdiri dari 34 sampel hasil pertanian dan 13 sampel hasil peternakan yang seluruhnya menunjukkan aman.

Naik wajar

Namun, ada beberapa komoditas utama mengalami kenaikan harga seperti beras sekitar satu persen di harga rata-rata Rp 15.083 per kg, minyak goreng naik dua persen rata-rata harga Rp18 ribu per liter dan daging ayam satu persen di harga rata-rata Rp 41.234 per ekor.

Kemudian, telur ayam naik menjadi Rp29.831 per kg (naik tiga persen) dan cabai rawit merah menjadi Rp97.086 per kg (naik tujuh persen).Namun, kenaikan ini masih pada tahap yang wajar dan masih dalam koridor kesesuaian.

Sudin KPKP Jakarta Selatan terus berupaya untuk memantau perkembangan ini secara berkala agar kebutuhan masyarakat selama Ramadhan dapat terpenuhi dengan baik.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bertekad menyasar 193 titik di wilayah setempat sebagai lokasi operasi pasar untuk memastikan kestabilan harga dan stok pangan menjelang Ramadhan.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Berita Terpopuler